Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengungkap, selain DKI Jakarta, mutasi Covid-19 varian Kappa dikonfirmasi juga telah ditemukan di Sumatera Selatan.

Hal itu disampaikan, Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio. Namun, Amin tak menjelaskan lebih lanjut sejak kapan varian tersebut ditemukan, termasuk tingkat penyebarannya.

"Ditemukan satu di Sumsel dan satu di DKI [Jakarta]," kata Amin lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/6). 

Dia menjelaskan, varian Kappa merupakan satu dari tiga turunan B.1.617. Selain Kappa (B.1.617.1), dua sisanya yakni Delta (B.1.617.2), dan B.1.617.3, yang hingga kini masih dalam proses penelitian dan belum diberi nama. 

Khusus Kappa, lanjut Amin, varian itu tak masuk dalam Variant of Concern (VoC) atau varian yang menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kappa masih dikelompokkan Variants of Interest dan pertama ditemukan di India pada April lalu.

"Untuk B.1.617.1 telah direklasifikasi menjadi VoI dan diberi label varian Kappa," kata dia.

Ia menambahkan, temuan varian Kappa menunjukkan tingkat transmisi yang meningkat di satu wilayah, diiringi prevalensi kasus secara global yang menurun.

Amin menambahkan, varian Kappa masih dalam penelitian, dan akan dinilai ulang secara berkala. Ia tak menyebutkan lebih lanjut terkait tingkat penularan dan level fatalitas dari varian tersebut.

Temuan varian Kappa yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta dalam paparannya ke pemerintah pusat mendapat sorotan. Sebab, varian tersebut dinilai baru sejak ditemukan di India April lalu.

Dalam slide paparannya yang diterima CNNIndonesia.com, Anies mengungkap, dari 128 variant of concern atau mutasi baru corona terdeteksi yang ditemukan di ibu kota, satu kasus di antaranya merupakan varian Kappa.

(iam/wis)

Diterbitkan di Berita
Khadijah Nur Azizah - detikHealth Jakarta - Laporan terbaru menunjukkan vaksin AstraZeneca efektif melawan varian Delta, varian Corona yang disebut sangat cepat penularannya dan ditemukan pertama kali di India. Kemanjuran vaksin terhadap Kappa, varian lain yang ditemukan di India, juga telah terbukti.

Hasil tersebut didapatkan dari penelitian terbaru Universitas Oxford terhadap kemampuan antibodi monoklonal dalam darah seseorang yang pulih, dan dari mereka yang divaksin untuk menetralkan varian tersebut.

"Hasil studi Oxford dibangun berdasarkan analisis terbaru oleh Public Health England (PHE)," kata perusahaan merujuk otoritas kesehatan di Inggris tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (23/6/2021).

 
 
Tak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian Corona
Tak Boleh Lagi Pakai Nama Negara! Ini Daftar Nama Baru Varian Corona Foto: infografis detikHealth

 

Pekan lalu, PHE juga mengeluarkan hasil riset yang menunjukkan AstraZeneca menawarkan perlindungan tinggi terhadap varian Delta. Vaksin memberikan 92 persen perlindungan ke penerimanya, dari risiko rawat inap ke rumah sakit akibat varian Delta.

Pembuat obat di seluruh dunia bergegas untuk menguji kemanjuran vaksin terhadap varian yang muncul dari COVID-19 yang terbukti lebih mudah menular daripada varian aslinya.

Varian Delta juga telah menjadi varian yang mendominasi secara global, membuat para ahli menyarankan mempercepat program vaksinasi yang telah berlangsung di banyak negara di dunia.


(kna/up)

Diterbitkan di Berita