sindonews.com SPIN BOLDAK - Danish Siddiqui, jurnalis Reuters peraih Pulitzer, tewas pada hari Jumat ketika meliputperang sengit antara pasukan khusus Afghanistan dan gerilyawan Taliban . Petempuran pecah di dekat perbatasan dengan Pakistan.
Pejabat Afghanistan mengatakan pasukan khusus sedang berjuang untuk merebut kembali area pasar utama Spin Boldak ketika Siddiqui dan seorang perwira senior Afghanistan tewas dalam apa yang mereka sebut sebagai baku tembak dengan Taliban.

Siddiqui telah ditempatkan sejak awal pekan ini dengan pasukan khusus Afghanistan yang berbasis di provinsi selatan Kandahar dan telah melaporkan pertempuran antara pasukan khusus yang juga dikenal sebagai pasukan komando Afghanistan dan gerilyawan Taliban.
"Kami segera mencari lebih banyak informasi, bekerja dengan pihak berwenang di kawasan itu," kata Presiden Reuters Michael Friedenberg dan Pemimpin Redaksi Alessandra Galloni dalam sebuah pernyataan yang dilansir Sabtu (17/7/2021).

“Danish adalah jurnalis yang luar biasa, suami dan ayah yang setia, dan kolega yang sangat dicintai. Pikiran kami bersama keluarganya pada saat yang mengerikan ini," lanjut pernyataan mereka.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan dalam sebuah pernyataan di Twitter bahwa dia sangat sedih dengan laporan mengejutkan tentang kematian Siddiqui dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya.

Siddiqui mengatakan kepada Reuters bahwa dia telah terluka di lengan oleh pecahan peluru sebelumnya pada hari Jumat saat melaporkan bentrokan tersebut. Dia dirawat dan gerilyawan Taliban kemudian mundur dari pertempuran di Spin Boldak.
Seorang komandan pasukan Afghanistan mengatakan Siddiqui telah berbicara dengan penjaga toko ketika kelompok Taliban menyerang lagi.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen rincian pertempuran baru yang dijelaskan oleh pejabat militer Afghanistan, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya tersebut sebelum Kementerian Pertahanan Afghanistan membuat pernyataan.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa Taliban tidak mengetahui adanya wartawan yang melaporkan dari lokasi yang dia gambarkan sebagai "pertempuran sengit" dan tidak jelas bagaimana Siddiqui terbunuh.

Siddiqui adalah bagian dari tim fotografi Reuters yang memenangkan Penghargaan Pulitzer 2018 untuk Fotografi Feature karena mendokumentasikan krisis pengungsi Rohingya. Serangkaian karyanya digambarkan oleh komite juri sebagai foto-foto mengejutkan yang memaparkan dunia pada kekerasan yang dihadapi pengungsi Rohingya saat melarikan diri dari Myanmar.

Sebagai seorang fotografer Reuters sejak 2010, pekerjaan Siddiqui mencakup perang di Afghanistan dan Irak, krisis pengungsi Rohingya, protes Hong Kong dan gempa Nepal. Dalam beberapa bulan terakhir, foto-fotonya yang berapi-api menangkap pandemi virus corona di India telah diterbitkan di seluruh dunia.

Sementara itu, kelompok Taliban telah merebut daerah perbatasan pada hari Rabu, penyeberangan terbesar kedua di perbatasan dengan Pakistan dan salah satu tujuan terpenting yang telah mereka capai selama kemajuan pesat di seluruh negeri ketika pasukan Amerika Serikat (AS) menarik diri setelah 20 tahun konflik.
 
Data PBB tahun ini mengatakan 30 jurnalis tewas di Afghanistan antara 2018 hingga 2021. Sepuluh wartawan tewas pada 30 April 2018, termasuk sembilan wartawan dan fotografer yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kabul, dan seorang wartawan yang bekerja untuk layanan BBC Afghanistan yang ditembak di kota timur Khost.
(min)
 
 
Diterbitkan di Berita

Ouagadougou, IDN Times - Sebuah kabar pilu diterima oleh Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pada hari Selasa (27/4). Pemerintah Burkina Faso yang mengirimkan kabar dan memberitahu bahwa dua warga Spanyol tewas di negara Afrika tersebut.

Perdana Menteri kemudian mengkonfirmasi kematian dua warganya yang bekerja sebagai jurnalis. Melalui unggahan di akun media sosialnya, ia menyebutkan nama dua orang itu adalah David Beriain dan Roberto Fraile.

Burkina Faso melaporkan ada empat orang yang hilang dalam sebuah penyergapan ketika satgas satwa liar melakukan patroli. Tiga di antaranya adalah orang asing yang terdiri dari dua warga Spanyol dan satu lagi warga Irlandia Utara. Satu orang lagi warga Burkinabe masih hilang.

1. Jurnalis Spanyol sedang membuat film dokumenter
 
 

Namun ketika sedang bekerja di hutan taman nasional, mereka disergap oleh kelompok bersenjata. Satgas satwa liar yang bersama mereka telah mencoba melindungi dengan terlibat baku tembak. Saat baku tembak itu terjadi, karena kalah jumlah, pasukan keamanan tidak menyadari bahwa orang asing yang ada di rombongan mereka telah diculik. Peristiwa itu terjadi pada hari Senin, 26 April 2021.

Satgas satwa liar adalah gabungan dari pasukan militer, polisi dan polisi hutan. Mereka baru menjalani pelatihan dan baru memulai operasi di kawasan konservasi. Dua personel  mengalami luka tembak di kaki dan tangan dan harus di amputasi. Sedangkan satu personel lainnya masih belum ditemukan.

Burkina Faso, seperti sebagian besar negara yang berada di wilayah Sahel, menghadapi kelompok ekstrimis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS. Kelompok tersebut secara berkala melakukan serangan terhadap tentara dan warga sipil.

2. Rombongan memasuki wilayah yang berbahaya

 

 

Warga Irlandia yang juga menjadi satu dari tiga orang asing yang tewas, adalah pelatih dari dua jurnalis Spanyol tersebut. Mereka sedang membuat film dokumenter tentang bagaimana otoritas Burkina Faso menangani perburuan, dan bagaimana pemerintah memberdayakan komunitas penduduk yang tinggal di cagar alam.

Mereka melakukan perjalanan bersama dengan rombongan gabungan pasukan yang bertugas dan memasuki wilayah yang berbahaya. Melansir dari laman El Pais, Arancha Gonzalez Laya, Menteri Luar Negeri Spanyol dalam konferensi pers di Madrid mengatakan "itu adalah daerah berbahaya tempat teroris, bandit, dan jihadis biasanya beroperasi."

Rombongan jurnalis dan para penjaga sedang melakukan liputan dengan menerbangkan drone untuk merekam tempat tersebut yang bernama Taman Nasional Arly. Tapi tak berapa lama, kelompok bersenjata dengan dua truk dan lusinan sepeda motor datang menyergap, membuat rombongan jurnalis bubar dan berantakan. Baku tembak pun terjadi.

Satu jurnalis asing berhasil selamat dengan beberapa personel satgas lainnya sedangkan tiga orang asing, dua warga Spanyol dan satu dari Irlandia, hilang. Satu orang tentara lokal hingga kini nasibnya belum diketahui. Awalnya mereka dilaporkan diculik.

Fraile, salah satu jurnalis Spanyol yang tewas, telah meliput beberapa konflik sebagai juru kamera lepas. Dia juga pernah meliput konflik di Suriah dan pernah terluka oleh proyektil peluru di panggulnya pada tahun 2012. Dia bisa selamat saat itu.

3. Kelompok jihadis mengaku bertanggung jawab atas serangan

Melansir dari laman Associated Press, Jamaah Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM) yang terkait dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas penyergapan tersebut. "Kami membunuh tiga orang kulit putih. Kami juga mendapat dua kendaraan bersenjata, dan 12 sepeda motor," kata sebuah pesan audio yang diterima oleh Associated Press.

Jihadis yang telah beroperasi di Burkina Faso, baik itu yang berafiliasi dengan al-Qaeda atau ISIS, telah membuat banyak penduduk setempat mengungsi. Ribuan warga sipil juga telah menjadi sasaran selama konflik berlangsung. Mereka juga menculik warga negara asing untuk meminta tebusan.

Heni Nsaibia, salah satu peneliti konflik bersenjata setempat mengatakan bahwa "warga negara asing adalah target yang lebih disukai untuk digunakan sebagai alat tawar-menawar dengan imbalan tebusan," jelasnya.

Diterbitkan di Berita