Jakarta (ANTARA) - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus memastikan ojek berbasis aplikasi atau ojek daring dan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak ikut serta berunjuk rasa terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Pengemudi ojek daring dan ormas, dikatakan Yusri, tidak turun ke jalan karena mematuhi ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jakarta.

"Beberapa organisasi seperti ojol (ojek online) dan organisasi yang lain mengatakan tidak ikut karena mereka sadar bahwa Jakarta ini tinggi angka COVID-19," kata Yusri di Jakarta, Sabtu.

Walau belum menemukan massa yang turun menggelar aksi, Yusri memastikan petugas kepolisian tetap melakukan penjagaan di beberapa titik.

"Jadi banyak berikan hoax yang beredar tapi kami tetap antisipasi. Pengamanan penyekatan masih berjalan pengamanan di titik-titik yang dianggap ini sudah kira siapkan," ujar Yusri.

Dia berharap elemen masyarakat yang lain tidak terprovokasi ajakan melalui sosial media untuk menggelar aksi demonstrasi di jalanan.

Dari pantauan Antara di lokasi, belum ada massa yang masuk ke sekitar Istana Negara maupun Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Namun, petugas kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas dan Satuan Brimob Polda Metro Jaya terpantau tetap melakukan penjagaan di setiap sisi jalan.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
  
Seniman patung Nyoman Nuarta mengungkap, karya Istana Garuda bakal menerapkan konsep green building sesuai dengan perintah dari Presiden Joko Widodo. Dengan konsep itu, basic design bangunan buatannya diklaim hemat energi, bahkan bisa membunuh virus dan bakteri. 
 
Penghematan energi, menurut Nuarta, dilakukan dengan membuat semacam bilah-bilah berbentuk vertikal pada bagian depan agar kaca di bagian belakang tak terkena sinar matahari secara langsung. Dengan menggunakan teknik tersebut, penggunaan energi listrik seperti AC dapat lebih efisien.
 
"Itu dibuat di depannya ada bilah-bilah melindungi kaca yang ada di dalam dari terpaan matahari langsung sehingga yang di dalam itu tidak terjadi efek rumah kaca," kata dia di Nuart Sculpturepark, Selasa (1/6).
 
 "Pemakaian listrik untuk AC juga akan berkurang, karena sekarang COVID, harus ruangan itu dapat udara fresh," lanjut dia. Nuarta menambahkan, lapisan depan burung garuda menggunakan bahan logam tembaga.
Penggunaan logam tembaga sebagai bahan utama yang membentuk burung garuda diterapkan dengan mempertimbangkan sifat logam yang lentur, mudah dibentuk, dan anti korosi.
 
Sebagai logam, menurut Nuarta, tembaga merupakan konduktor yang baik dan tidak mudah ditumbuhi jenis jamur dan lumut. Dia menilai tembaga dapat membunuh virus serta bakteri. Tembaga juga dinilainya tahan lama dan tak membutuhkan perawatan.
 "Dia sudah terbukti membunuh itu, ditambah lagi itu bisa membunuh virus, terus bakteri sudah jelas, makanya debu yang menempel di kulit garuda itu tidak akan tumbuh, karena pasti mati. Sekarang kita untuk membunuh lumut itu pakai tembaga bisa," papar dia.
 
Nyoman Nuarta Sebut Bangunan Istana Garuda Hemat Energi dan Bisa Bunuh Virus (1)
Nyoman Nuarta. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
 
Adapun nantinya, menurut Nuarta, bangunan Istana Garuda didesain menghadap ke bagian tenggara untuk menyiasati paparan langsung sinar matahari dari timur dan barat.
Dengan demikian, sinar matahari dipastikan tak akan langsung masuk ke dalam gedung.
"Jadi suhu dalam gedung tidak terlalu panas. Ini kan juga bisa mengirit penggunaan pendingin ruangan," pungkas dia.
 
Basic design rancangan Nuarta telah diunggah melalui akun Instagram Presiden Joko Widodo. Karyanya mendapat pujian serta kritik dari berbagai pihak. Kritik terutama disampaikan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).
Diterbitkan di Berita

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews Jakarta - Juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, menegaskan pemerintah tidak alergi terhadap kritik. Fadjroel mencontohkan Amien Rais yang beberapa waktu lalu bertemu Jokowi di Istana.

Pernyataan Fadjroel itu terlontar dalam sebuah diskusi di akun Instagram-nya seperti dilihat detikcom, Rabu (21/4/2021). Awalnya, pemerhati lingkungan, Riyanni Djangkaru, berbicara mengenai isu lingkungan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Riyanni kemudian menceritakan mengenai banyaknya warga Jakarta yang datang ke Bali akhir-akhir ini. Isu tentang IKN pun selalu menjadi bahan obrolan Riyanni dan teman-temannya.

"Saya lihat betapa teman-teman dari Jakarta akhir-akhir ini datang ke Bali. Kebanyakan dari mereka mungkin salah satunya pengin bekerja di kawasan menyenangkan tapi akhirnya dekat dengan alam dan obrolan-obrolan soal ibu kota negara sempat menjadi obrolan kita sehari-hari.

Ketika teman-teman dari Jakarta datang ke Bali untuk tinggal longstay. Mereka menyebutkan bisa kayak gini ya, dalam artian kita bisa dekat dengan alam, ada bagian-bagian yang bisa dinikmati sebagian bagian rekreasi, ada bagian konservasi yang bisa dijaga," kata Riyanni.

Riyanni mengatakan pembangunan biasanya selalu terkait dengan eksploitasi dan eksplorasi. Dia ingin pembangunan IKN ini bisa tetap menjaga konservasi di wilayah Kalimantan.

"Kalau kita bicara pembangunan berarti eksploitasi, eksplorasi dan juga hal-hal dengan yang mesti dipertimbangkan untuk ada negosiasi mau dijadikan apa dan saya rasa ini PR besar buat kita bersama.

Satu sisi pemerintah yang memiliki konsep menciptakan ibu kota negara yang dekat dengan lingkungan nanti masyarakat yang mungkin menjadi transmigran ke Bali, seperti saya, urban mungkin kalau ke Bali. Jadi bagaimana kita saling mengawal saya rasa sih, Pak," tutur Riyanni.

Riyanni berharap ke depannya orang bisa lebih mudah dalam menyampaikan aspirasi tentang IKN. Menurut dia, setiap penolakan dari masyarakat dapat dijadikan sebagai 'rambu-rambu' bagi pemerintah.

"Saya yakin ke depannya katakanlah kalau orang bilang ah kamu menolak ide tersebut. Tapi saya rasa 'penolakan-penolakan' tersebut harus didasarkan pada alasan yang kuat dan dijadikan sebagai bagian dari pagar bagaimana nanti pemerintah menjalankan kegiatan ibu kota negara ini.

Dan kalau tadi sempat bilang dari segi ekonomi ada banyak sekali potensi yang bisa dijalankan dan ini adalah sesuatu yang menarik dari banyak sisi terus terang saya punya harapan besar bagaimana lingkungan di Kalimantan bisa berjalan selaras baik untuk masyarakat di sana," beber Riyanni.

Penjelasan dari Riyanni kemudian ditanggapi Fadjroel. Fadjroel mengusulkan ide orang-orang yang mengamati isu lingkungan diajak datang ke IKN.

"Baik juga ya kalau kita ajak-ajak ini orang-orang lingkungan datang ke IKN dulu. Menarik ya," kata Fadjroel.

Riyanni menegaskan setiap protes yang disampaikan kepada pemerintah selalu memiliki dasar. Barulah kemudian Fadjroel menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan mencontohkan Amien Rais yang diundang ke Istana.

"Iya, Pak, biarpun kita suka protes tapi protesnya ada alasan Pak," kata Riyanni.

"Iya betul, nggak apa-apa Pak Jokowi yang paling keras saja Pak Amien Rais, ya beliau suruh datang ke Istana. Jadi nggak ada masalah," jawab Fadjroel.

(knv/gbr)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang tujuh asosiasi profesi ke istana negara untuk memberikan masukan terkait pembangunan ibu kota negara (IKN) baru, Kamis (15/04/2021).

Ketujuh asosiasi tersebut yaitu Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), dan Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI).

Kemudian, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (IALHI), Green Building Council Indonesia (GBCI) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Dari ketujuh asosiasi, lima di antaranya merupakan asosiasi arsitek seperti IAP, IARKI, IAI, IALI, serta GBCI.

Berikut ini masukan kelima asosiasi arsitek yang disuarakan oleh Ketua IAI I Ketut Rana Wiarcha, Ketua GBCI Iwan Prijanto, Ketua IARKI Hadi Prabowo, Ketua IALI Dian Heri Sofian, dan Ketua IAP Hendricus Andy Simarmata.

Pertama, pembangunan IKN sejatinya merupakan proses pembangunan peradaban.

"Oleh karena itu, pembangunan peradaban ini tak hanya soal pembangunan fisik saja, tapi juga non-fisik," bunyi siaran pers dari kelima asosiasi arsitek yang diterima Kompas.com, Jumat (16/04/2021).

IKN tidak hanya menjadi kota berisi kumpulan infrastruktur dan bangunan. Namun, juga menjadi wadah berkumpulnya semangat, budaya, dan interaksi yang mencerminkan kesiapan bangsa untuk hidup pada masa depan.

Sebab, IKN akan menjadi bagian dan catatan penting sejarah panjang Indonesia. 

Kedua, koordinasi lintas kementerian melalui 9 kelompok kerja (pokja) terpisah dinilai kurang efektif untuk mensinergikan proses perencanaan dan perancangan multi-scalar dan lintas pelaku.

Maka dari itu, perlu sharing data (berbagi data) dalam satu tempat yang sama untuk menghasilkan rencana matang. Ketidaktersambungan (poor connection) antara rencana makro dan mikro ini dapat mengakibatkan translasi visi IKN jadi tak terlihat pada pembangunan fisik kotanya.

Ketiga, tata bangunan terutama bangunan strategis perlu diletakan sesuai dengan panduan rancang posisi dan fitur lanskap yang tepat . Menurut mereka, struktur kota perlu dibentuk secara kuat dan membangun citra wibawa institusi negara tanpa perlu membuat bangunan berlebihan.

Kesan monumental dapat terbentuk karena posisinya di dalam lingkungan sekitarnya. Simbol-simbol monumental patung garuda dapat diletakkan di ruang publik sebagai penanda dan ruang interaksi masyarakat.

"Untuk itu, patung bukanlah berupa bangunan gedung yang di dalamnya terdapat kegiatan privat," lanjut isi masukan tersebut.

Keempat, kelima asosiasi profesi meminta keterlibatan dan peran serta masyarakat seluas-luasnya untuk menumbuhkan rasa memiliki pada IKN dapat dibangun.

Peran serta ini bisa diupayakan melalui kegiatan sayembara terbuka bagi perencanaan dan perancangan bangunan istana dan bangunan lainnya.

Kelima, pembangunan IKN juga meruapkan kesempatan besar untuk menunjukan pada dunia bahwa Indonesia berkomitmen dan mampu membangun Carbon Neutral Capital dari skala kawasan hingga bangunan.

Hal ini sesuai dengan target dunia (UNEP) pada tahun 2030 bahwa seluruh bangunan baru dalam kondisi net-zero (emisi nol). Dengan demikian, menjadi contoh terbaik wajah Indonesia di bidang pembangunan perkotaan dalam kemajuan peradaban sekarang ini di mata dunia.


Penulis : Suhaiela Bahfein
Editor : Hilda B Alexander

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Timor Timur alias Timor Leste dilanda bencana banjir bandang dan longsor pada Minggu (4/4/2021) kemarin.

Akibatnya, Istana Kepresidenan Timor Leste ikut terendam oleh banjir. Bencana alam ini pun memakan korban jiwa hingga delapan orang.

Kedelapan korban meninggal dunia akibat longsoran tanah di pinggiran ibu kota Timor Leste, Dili. Kabar duka ini dilaporkan oleh kantor berita resmi Timor Leste, Tatoli.

"Kami sedang fokus pada korban lansia, anak-anak, dan ibu hamil untuk dievakuasi ke tempat yang aman," tulis Tatoli mengutip pernyataan Menteri Perlindungan Rakyat Sipil Timor Leste Joaquim Gusmao.

Sementara, pejabat Perlindungan Rakyat Sipil Timor Leste belum memberikan komentar langsung terkait kejadian longsor ini.

Aliran listrik di seluruh wilayah Timor Leste terputus. Istana Kepresidenan Timor Leste terendam banjir.

Hujan lebat dan angin kencang masih terus mengacaukan situasi di Dili, Timor Leste, sejak Sabtu sore, 3 April 2021.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut siklon tropis kini sedang bergerak mendekati Selat Sawu yang terletak di selatan NTT dan utara Timor Leste.

Inilah penyebab cuaca ekstrem di NTT, NTB dan Timor Leste. BMKG mengatakan hujan deras, gelombang tinggi, dan angin kencang masih akan melanda wilayah tersebut beberapa hari ke depan.

Diterbitkan di Berita

voi.id JAKARTA - Tim Pengawal Peristiwa (TP3) 6 orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa, 9 Maret kemarin. Pertemuan itu diinisiasi oleh mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.

Momen saat Presiden Jokowi menyambut rombongan TP3 diunggah kembali oleh pegiat media sosial, Eko Kuntadhi di akun twitternya, @eko_kuntadhi. Video berdurasi 0.39 detik itu diambil dari akun Youtube Sekretariat Presiden yang berdurasi 10.31 detik.

 

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1369303743154552832

 

Jokowi yang mengenakan kemeja putih, bercelana hitam lengkap dengan masker putih terlihat ramah dan menyapa rombongan yang datang. Semua tampak memberikan salam balik sambil mengatubkan tangan di dada. 

Berbeda dengan Amien Rais yang terlihat cuek dan tidak membalas sapaan Jokowi. 

"Akhlak orang tua ini memang luar biasa. Dia bertamu, disambut dengan baik oleh tuan rumah. Eh gayanya, gak mau noleh. Merasa statusnya lebih tinggi dan lebih beragama,?" cuit Eko.Netizen lalu memberikan tanggapan beragam atas sikap Amien Rais tersebut. 

"Pak Jokowi memang luar biasa. Begitu rendah hati, meski di pandang rendah. 

Bener-benar panutan kalau saya masih berprinsip: sombong kepada orang congkak itu ibadah," cuit @RyaW****

"Tamu model begini gak usah diundang lagi lah. Berasa naik derajat di undang istana," @scol****

"Namanya juga utusan dari neraka. Saya jadi percaya kalau iblis itu benar-benar ada. Dia dibenci Allah karena kesombongannya," cuit @MasaS****

Pertemuan berlangsung selama 15 menit di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, TP3 menyampaikan beberapa hal kepada Presiden Joko Widodo mengenai kematian enam Laskar Khusus FPI di KM50 tol Jakarta-Cikampek.

"Tadi jam 10.00 WIB baru saja Presiden RI didampingi oleh Menkopolhukam dan saya dan mensesneg menerima 7 orang anggota TP3 yang dipimpin oleh Pak Amien Rais, tetapi pimpinan TP3 itu sendiri adalah Abdullah Hehamahua," kata Menkopolhukam Mahfud MD di Jakarta, Selasa, 9 Maret.

Kata Mahfud, ada dua hal pokok yang disampaikan TP3 kepada pemerintah mengenai kematian enam laskar FPI. Pertama, TP3 mendesak agar pemerintah melakukan penegakan hukum yang sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Sesuai dengan perintah Tuhan bahwa hukum itu adil. Dan yang kedua ada ancaman dari Tuhan kalau orang membunuh orang mukmin itu tanpa hak maka ancamannya neraka jahanam, neraka Jahanam," kata Mahfud.

Kemudian, mereka juga menyampaikan kepada Presiden agar kasus ini dibawa ke Pengadilan HAM. "Pertemuan berlangsung tidak lebih atau tidak sampai 15 menit. Bicaranya pendek dan serius gitu," kata Mahfud.

Sebab, mereka kata Mahfud, yakin bahwa kasus ini adalah pembunuhan berat. "Bukan pelanggaran ham biasa sehingga 6 laskar FPI itu meninggal," kata dia.'

"Mereka yakin telah terjadi pembunuhan yang dilakukan dengan cara melanggar ham berat, bukan pelanggaran ham biasa. sehingga, enam laskar FPI itu meninggal," kata Mahfud.

"Mereka meminta agar ini dibawa ke pengadilan HAM karena pelanggaran HAM berat. itu yang disampaikan kepada presiden," imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil rekomendasi Komnas HAM terkait kasus tewasnya enam orang Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020 lalu, ditetapkan bahwa empat orang tewas atas dugaan dugaan unlawful killing atau penembakan di luar hukum yang dilakukan oleh personel polisi Polda Metro Jaya.

Diterbitkan di Berita