KBRN, Jakarta: Polemik dan kontroversi penggunaan Ivermectin dalam penanganan COVID-19 tidak membuat keampuhan obat parasit tersebut mengobati penderita COVID-19 terganggu.

Alih-alih tenggelam, berbagai testimoni dan penelitian terbaru justru mengonfirmasi keampuhannya  sebagai obat yang murah dan efektif. 

Penelitian terbaru dari Sheba Medical Center di Tel Hashomer, Israel, menegaskan bahwa Ivermectin, obat yang digunakan untuk melawan parasit di negara-negara dunia ketiga, dapat membantu mengurangi lamanya infeksi bagi orang yang tertular virus corona.

Bahkan, menurut Prof Eli Schwartz - pendiri Center for Travel Medicine and Tropical Disease di Sheba, Ivermectin dapat menekan biaya pengobatan penderita Covid-19 hingga sekitar 1 dolar AS per hari.

Dari penelitian Schwartz juga terbukti 72 persen sukarelawan yang diobati dengan Ivermectin dinyatakan negatif virus pada hari keenam. Sebaliknya, hanya 50 persen dari mereka yang menerima plasebo dinyatakan negatif.

Terkait hal tersebut, menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMY), Mujiono Koesnandar, publik sebenarnya mempertanyakan niat di balik kerasnya tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko beberapa waktu lalu.

ICW saat itu menuding bahwa ada motivasi rente ekonomi dan keuntungan di balik kegigihan Moeldoko memperkenalkan dan membagi-bagikan tablet Ivermectin ke pusat-pusat lonjakan kasus penularan COVID-19 di Tanah Air. 

“Ada hal penting yang menjadi pertanyaan publik terhadap gigihnya ICW merongrong aktivitas social KSP Moeldoko, apa niat di balik itu,” kata Mujiono dalam keterangan tertulis, Minggu (8/8/2021).

Pasalnya, tudingan ICW itu bahkan sama sekali tidak menunjukkan empati terhadap korban yang berjatuhan akibat lonjakan penularan COVID-19.

“Di sisi lain, justru jatuhnya banyak korban itulah yang menjadi alasan KSP Moeldoko menyosialisasikan, bahkan mengirim langsung tablet-tablet Ivermectin secara gratis ke berbagai pusat lonjakan. Itu jauh lebih baik dibanding diam berpangku tangan melihat saudara-saudara se-Tanah Air  berjatuhan menjadi korban COVID,” kata Mujiono. 

Karena itu, menurut Mujiono, wajar bila masyarakat mencurigai ada agenda terselubung ICW untuk memfitnah KSP Moeldoko.

“Ada kesan kuat, alih-alih KSP Moeldoko yang mencari rente ekonomi, justru ICW yang mungkin menjadi bagian dari konspirasi global untuk menolak Ivermectin yang murah-meriah tapi ampuh mengatasi COVID,” kata dia. Bagi Mujiono, itu artinya sama seperti pepatah ‘maling teriak maling’.

“Artinya, tuduhan bahwa para pejabat menyosialisasikan Ivermectin untuk menjadi obat murah dan massal dalam perang melawan pandemi itu didasari niat mengambil rente adalah tuduhan keji, dan bila dihubungkan dengan banyaknya korban, jelas sangat tidak berperikemanusiaan.” 

Namun, menurut Mujiono, pihaknya tidak heran dengan sikap beberapa lembaga swadaya masyarakat yang seperti itu. Dalam sejarah Indonesia ada bukti kuat bahwa agenda LSM tidak bisa dilepaskan dari sikap politik, dan bahkan lebih jauh ideologi pihak donor yang umumnya berasal dari luar negeri. 

“Saya membaca sejarah, pada pertengahan era 1990-an, manakala ada pengusiran dan kekerasan massal kepada  para pendatang, khususnya Muslim dari Timor Leste (Timor Timur saat itu), tak ada satu pun LSM, terutama yang mendapatkan donasi negara-negara Barat, berani bersuara. Padahal, hal sekecil apa pun yang terjadi di Timor Timur saat itu, pasti mereka berteriak,” kata Mujiono.

Ia mengingatkan, saat itu di Indonesia marak keyakinan bahwa pada hal-hal yang merugikan pihak pendonornya, LSM selalu kena ‘sariawan’. 

Di sisi lain, Mujiono percaya, keberadaan LSM sebenarnya bisa menguatkan civil society (masyarakat madani), bila mereka melakukannya dengan jujur dan berdasarkan kejernihan nurani.

“Sayangnya, banyak di antaranya yang rela menjadikan diri jadi apa yang dikatakan peribahasa lama, ‘tong kosong nyaring bunyinya’. Artinya, mereka bersedia berteriak hanya kalau sesuai kepentingan diri, kelompok atau pendonornya saja. Itu yang kami sayangkan,” kata dia.

Sebagai tambahan, selain Sheba Medical Center, penelitian yang diterbitkan awal tahun ini di American Journal of Therapeutics menyoroti bahwa tinjauan oleh Front Line COVID-19 Critical Care Alliance, yang merangkum temuan dari 27 penelitian tentang efek Ivermectin untuk pencegahan dan pengobatan infeksi COVID-19, menyimpulkan bahwa ivermectin ‘menunjukkan sinyal kuat kemanjuran terapeutik’ terhadap COVID-19.

“Tinjauan lain baru-baru ini menemukan bahwa ivermectin mengurangi kematian hingga 75 persen,” kata laporan itu.

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia - Sebuah stasiun radio Israel menyelenggarakan acara mingguan di mana frasa dan kata-kata dasar dalam bahasa Arab diajarkan untuk meningkatkan pemahaman warga Israel mengenai bahasa Arab, dan untuk mempermudah hubungan lintasmasyarakat antara orang-orang Arab dan Yahudi.

Di Yerusalem, Galei Zahal, stasiun radio militer Israel, menyiarkan acara mingguan yang disebut Arabic Corner atau Pojok Bahasa Arab. Dalam acara tersebut, sang host diajari frasa dan kata-kata dasar dalam bahasa Arab oleh seorang guru tamu.

Acara berdurasi dua puluh menit itu dipandu oleh Ishay Shnerb dan guru tamu Sundos Alhoot. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman orang Israel mengenai bahasa Arab, serta untuk memudahkan hubungan lintasmasyarakat antara orang Arab dan Yahudi.

'Kami memulainya di Galei Zahal untuk mengajarkan lebih banyak orang mengenai kata-kata spesifik dalam bahasa Arab, sehingga setidaknya akan ada satu kata dalam suatu kalimat yang dapat diucapkan dalam bahasa Arab.

Setiap siaran, kami mengajarkan satu topik," ujar Sundos Alhoot, guru bahasa Arab dalam siaran Arabic Corner.

 

Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio di studio stasiun di Jaffa, Tel Aviv, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)
Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio di studio stasiun di Jaffa, Tel Aviv, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)

 

Di Israel, jumlah orang Arab yang berbicara dalam bahasa Ibrani jauh lebih banyak daripada jumlah orang Yahudi Israel yang dapat berbicara dalam bahasa Arab.

'Inilah faktanya. Saya tidak tahu bahasa Arab. Saya berusia 27 tahun dan tumbuh besar di sini. Orang-orang Palestina tinggal 100 meter dari rumah orang tua saya. Ada 250 ribu orang Palestina tinggal di Yerusalem sini dan saya tidak memahami bahasa mereka. Saya tidak dapat mengobrol dengan mereka," kata Ishay Shnerb, host Arabic Corner.

Ishay Shnerb mengaku ia tidak dapat berkomunikasi dengan orang-orang Palestina di sekitar tempat tinggalnya bahkan pada tingkat yang paling sederhana.

Shnerb menegaskan ia tidak perlu tahu bahasa Arab formal dan hanya ingin dapat berbicara dengan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Ada satu miliar Muslim dan orang Arab, dan ia tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka, lanjutnya.

 

Berbagai lembaga di Israel, seperti Madrassa dan Shaharit, ingin mengubah hal itu dengan mempromosikan belajar bahasa Arab sebagai cara untuk memperbaiki hubungan antara orang-orang Yahudi dan orang Arab.

Sebenarnya ada juga institusi pendidikan lebih dini, seperti sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa Arab dan Ibrani sekaligus, di berbagai penjuru Israel.

Ishay Shnerb mengemukakan mengenai pentingnya mempelajari bahasa pihak lain atau pihak yang berseberangan.

"Anda dapat masuk ke opini politik di tengah masyarakat Israel dan memberikan justifikasi untuk masing-masing pihak. Kalau Anda lebih cenderung berhaluan kiri, Anda ingin lebih banyak berbincang dengan tetangga-tetangga Anda dan dengan orang Palestina serta siapapun yang Anda kehendaki," papar Ishay Shnerb.

 

Seorang tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, berdiri di pintu masuk stasiun radio di Jaffa, Tel Aviv 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)
Seorang tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, berdiri di pintu masuk stasiun radio di Jaffa, Tel Aviv 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)

 

"Kalau Anda lebih cenderung berhaluan kanan, maka kadang-kadang ada isu seperti ‘kenali musuhmu’, ketahui apa yang mereka rencanakan. Apapun itu, Anda harus tahu bahasanya, Anda harus bisa berbicara atau berbincang-bincang. Orang-orang ini bukannya tak terlihat, mereka ada di sekitar kita," tambahnya.

Ketegangan antara komunitas Arab dan Yahudi mencapai titik tertinggi selama perang terbaru Israel dengan Gaza.

Di kota Lod, ketegangan tersebut menimbulkan kerusuhan dan kematian dua warga: Musa Hassuna, 32, yang dibunuh seorang tersangka penembak Yahudi, dan Yigal Yehoshua, 56, oleh sekelompok penyerang yang diduga adalah orang-orang Arab.

'Sewaktu kita memahami kelompok lain, kita tidak akan takut pada mereka. Dan kita meruntuhkan penghalang ketakutan itu sewaktu belajar bahasa Arab. Kalau Anda tahu bahasa, Anda juga tahu mengenai budaya masyarakat," kata Sundos Alhoot, sang guru tamu bahasa Arab di acara Arabic Corner.

 

Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio, Tel Aviv tengah, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)
Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio, Tel Aviv tengah, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)

 

Alhoot memberi contoh ‘Allahu Akbar’, kata-kata yang menunjukkan tentang ketakjuban dalam bahasa Arab. Sewaktu mengatakan ‘Allahu Akbar’, jelas Alhoot, orang Arab mengemukakan sesuatu yang ‘wow’ atau ‘indah’.

Tetapi, kata Alhoot lagi, ada sebagian orang yang ketika mendengar kata-kata ’Allahu Akbar’ kemudian terbersit dalam benak mereka ‘terorisme’, ‘takut’, ‘mengapa ia mengatakan itu?’, atau ‘ini pasti mengenai terorisme.’

Padahal bukan itu maksudnya, tegas Alhoot. Sewaktu murid-murid belajar bahasa Arab, barulah mereka tahu bahwa ‘Allahu Akbar’ adalah semacam ekspresi ketakjuban dan mereka akan mengatakan ‘baik, semuanya baik-baik saja, kata Alhoot. [uh/ab]

Diterbitkan di Berita
 
sindonews.com TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett dan Raja Yordania Abdullah II telah melakukan pertemuan rahasia di istana mahkota di Amman, pekan lalu. Ini merupakan pertemuan puncak pertama antara pemimpin kedua negara dalam lebih dari tiga tahun.
Bennett, yang menjabat kurang dari sebulan lalu, melakukan perjalanan untuk menemui Raja Abdullah II pada Selasa lalu, sehari setelah dia berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sissi.

Kantor Perdana Menteri menolak untuk mengomentari laporan pembicaraan rahasia itu, yang pertama kali diungkap oleh Walla News. Seorang pejabat Israel juga mengonfirmasi pertemuan diam-diam itu kepada Associated Press.
Berita tentang pertemuan rahasia itu muncul beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid bertemu dengan mitranya dari Yordania, Ayman Safadi, di sisi perbatasan Yordania dekat penyeberangan Jembatan Allenby.
 
Keduanya mengumumkan kesepakatan di mana Israel akan memasok Yordania dengan 50 juta meter kubik air untuk memerangi kekeringan parah. Menurut laporan Walla News, pertemuan kedua pemimpin pada pekan lalu sebagian besar positif, dan Bennett memberi tahu Abdullah tentang keputusan Israel untuk meningkatkan ekspor air ke Yordania.

Pertemuan itu menandai pertama kalinya Raja Abdullah II bertemu dengan seorang perdana menteri Israel sejak dia menjamu Benjamin Netanyahu pada 2018. Pertemuan dengan Netanyahu dulu juga diadakan secara rahasia dan baru diumumkan setelahnya.
Pada bulan Februari, Menteri Pertahanan Benny Gantz dilaporkan telah bertemu secara diam-diam dengan Raja Abdullah II di Yordania. Menurut laporan media Israel, Abdullah menolak untuk bertemu dengan Netanyahu, yang sangat tidak disukainya.

Laporan Hebrew pada Kamis malam menunjukkan bahwa pejabat Yordania tidak senang dengan fakta bahwa pertemuan itu bocor, karena kedua pihak telah sepakat bahwa itu tidak akan dipublikasikan.
Seorang sumber pemerintah Zionis mengatakan kepada Channel 12 News bahwa berita itu mempermalukan raja. "Dan itu pasti akan memengaruhi hubungan antara kedua bangsa, setelah halaman baru dibuka," kata sumber tersebut.
 
Setelah berita tentang pertemuan itu menyebar, kantor PM Bennett menghubungi orang-orang Yordania dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas kebocoran berita pertemuan tersebut.
Seorang juru bicara Kedutaan Besar Yordania di Amerika Serikat menolak permintaan komentar mengenai masalah tersebut.

Hubungan dengan Yordania telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, di mana Netanyahu dituduh mengabaikan hubungan kedua negara. Selama beberapa tahun terakhir, Yordania telah memutus akses Israel ke dua kantong pertanian yang disewa sebagai bagian dari kesepakatan damai 1994 antara kedua negara tersebut, dan telah menjadi suara utama menentang tindakan Israel di Temple Mount.
 
Awal tahun ini, ketegangan meledak setelah Amman menunda sebuah pesawat yang dijadwalkan untuk membawa Netanyahu ke Uni Emirat Arab, seolah-olah sebagai tanggapan atas Putra Mahkota Yordania Hussein yang membatalkan perjalanan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, karena ketidaksepakatan mengenai pengaturan keamanan.

Perdana menteri Israel saat itu, yang terpaksa membatalkan perjalanannya ke Abu Dhabi, berusaha menutup wilayah udara Israel untuk penerbangan Yordania sebagai pembalasan.
Selama Operasi Penjaga Tembok—perang 11 hari dengan Hamas—pada bulan Mei, Parlemen Yordania menyerukan dengan suara bulat untuk mengusir duta besar Israel untuk Amman, sebagai protes atas “kejahatan” Israel terhadap warga Palestina.

Raja Abdullah saat itu mengatakan; "Tindakan provokatif Israel terhadap Palestina menyebabkan eskalasi saat ini dan menambah lebih banyak ketegangan di kawasan ini.”
Raja Abdullah sendiri dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih pada 19 Juli. Menurut juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, keduanya akan membahas peran kepemimpinan Yordania dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Diterbitkan di Berita

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Pasukan militer Israel pada Rabu (16/6) menembak seorang wanita Palestina yang berusaha menabrakkan kendaraannya kearah mereka di wilayah Tepi Barat. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa wanita tersebut tewas karena luka yang ia derita.

Dalam pernyataan tertulisnya, militer Israel mengatakan bahwa wanita tersebut "berupaya menabrakkan kendaraannya ke sejumlah tentara Israel (IDF)" yang tengah bertugas di dekat desa Hizma, Tepi Barat, atau sebelah barat laut kota Jerusalem.

"Usai percobaan penabrakan tersebut, pelaku (wanita Palestina) keluar dari kendaraannya dengan memegang sebuah pisau...Para tentara merespon dengan tembakan kearah pelaku dan melumpuhkannya," kata militer Israel dikutip Reuters.

Insiden tersebut terjadi usai meningkatnya situasi ketegangan antara pihak militer Israel dengan kelompok militan Hamas di Jalur Gaza.

Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke arah wilayah Gaza sebagai tindakan balasan atas aksi peluncuran balon-balon api yang dilakukan oleh Hamas.

Balon-balon yang diterbangkan dari dalam kota Gaza tersebut mendarat di wilayah selatan Israel dan memicu terjadinya kebakaran lahan.

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co

Seperti halnya negara lain, Israel turut mengembangkan sejumlah inovasi di bidang teknologi. Bahkan beberapa diantaranya kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa saja teknologi yang digunakan oleh kita yang merupakan besutan perusahaan atau ilmuwan asal Israel tersebut, berikut beberapa yang dirangkum oleh Uzone.id, dari berbagai sumber, Senin (17/5).

1. Waze

Sebelum dibeli oleh Google, Waze merupakan aplikasi asal Tel Aviv, Israel yang sering kita gunakan sebagai salah satu penunjuk jalan. Hingga tahun 2019, ada 3 juta pengguna bulanan aktif di Indonesia, jumlah ini tentu saja sudah bertambah.

Tak seperti Google Maps, Waze berhasil menciptakan budaya user engagement di kalangan para penggunanya. Banyak dari peta-peta di dalam Waze dibuat menggunakan GPS untuk melacak “pergerakan jumlah pengguna yang hampir mencapai 50 juta”.

Sepertiga pengguna Waze aktif berbagi informasi-informasi terkini di jalan, seperti hambatan lalu lintas dan penutupan jalur. Pengguna juga bisa menyunting peta untuk meningkatkan akurasinya.

Layanan ini pun menumbuhkan kultur saling menolong yang dihargai dengan pemberian poin dan badge.

Selain itu, puluhan pengguna Waze tersebut juga akan memperkuat basis komunitas mobile Google, yang masih belum sebesar Facebook dan Twitter di ranah social networking.

2. Electro Optic Sensor

Pengguna jam tangan pintar biasanya menggunakan wearable device tersebut sebagai salah satu alat ukur kesehatan. Nah, salah satu fitur yang digunakan adalah Electro Optic Sensor.

Dikembangkan salah satunya oleh perusahaan berbasis di Haifa, Israel, untuk mengukur detak jantung dan sebagainya.

3. Memory Stick

Ilmuwan asal Israel, bernama Dov Moran, adalah penemu USB flash. Sebuah memori penyimpanan besar yang semakin hari semakin mengecil.

Tanpa Moran, kita mungkin tidak bisa menyimpan ratusan ribu gambar atau video dalam sebuah benda bernama USB flash tersebut.

4. Lensa Kamera Ganda Ponsel

Pada tahun 2019, Samsung membeli perusahaan pembuat kamera ponsel lensa ganda yang berbasis di Tel Aviv seharga USD155 juta, bernama Corephotonics.

Corephotonics telah mengembangkan kamera ponsel lensa ganda yang dapat menghasilkan gambar sejernih kristal bahkan ketika fungsi zoom digunakan.

Diterbitkan di Berita

VIVA – Aksi kelompok peretas atau hacker Indonesia menyerang pertahanan Israel dinilai sebagai bentuk solidaritas ke Palestina sebagai sesama negara berpenduduk Muslim. Selain Indonesia, hacker Malaysia juga melakukan hal serupa terhadap negeri Yahudi itu.

"Biasanya ada pihak yang mengunggah proses dan keberhasilan di video. Hal semacam ini memang banyak ditemui di YouTube. Artinya, ada potensi di mana SDM di Tanah Air bisa dimaksimalkan lebih baik lagi. Khususnya membentuk SDM yang bisa berkontribusi dalam era cyberwarfare," kata pakar siber Pratama Persadha kepada VIVA Tekno, Senin malam, 24 Mei 2021. 

Seperti diketahui, baru saja kelompok hacker Indonesia yang mengatasnamakan dirinya sebagai Ganosec Team atau Garuda Anon Security mengklaim telah meretas email dan 300 nomor WhatsApp penduduk Israel. Di mata Pratama hal ini tidak langsung mudah untuk dibuktikan.

Pun, di berbagai postingan media sosial, juga ditemukan netizen Indonesia dan Malaysia kompak menyerukan untuk bersama-sama membantu Palestina dengan cara meretas. Ada banyak postingan ajakan maupun sebatas meme grafis, terutama di media sosial Facebook.

Menurut Pratama, negara hanya bisa mengimbau supaya masyarakat tetap bisa menjaga diri di ranah digital. Aksi peretasan yang melibatkan berbagai warga negara terkait konflik Palestina dan Israel memang sudah lama terjadi.

"Iran dan Pakistan misalnya, juga biasanya diketahui selalu ikut dalam aksi saling meretas dengan Israel. Tentunya juga bersama dengan warga negara Arab lainnya," ungkap dia.

Bahkan, ada beberapa kelompok hacker asal California, Amerika Serikat (AS) yang turut serta membantu aksi peretasan terhadap Israel. Namun, lanjut Pratama, peretasan ini tak selalu menyerang langsung ke aset strategis Israel maupun personel militernya.

"Dalam beberapa kejadian ada saja hacker asal Timur Tengah yang berkolaborasi dengan peretas Rusia. Misalkan melakukan pembobolan bank lalu menyumbangkannya ke warga Palestina," jelas Pratama.

Informasi saja, tidak hanya meretas nomor WhatsApp dan email, hacker Indonesia juga mengaku telah membobol data pribadi milik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Hal tersebut diungkapkan oleh akun Twitter @alaldlwkxl.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia tercatat mengimpor senjata dari Israel senilai US$1,32 juta pada 2020 lalu, atau setara Rp18,48 miliar (kurs Rp14 ribu per dolar AS). Secara volume, impor senjata dari Israel mencapai 2.674 kilogram (kg) atau 2,67 ton.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor senjata dari Israel meliputi tiga kode Harmonized System (HS).

Pertama, kode HS 93011000, yakni senjata artileri, meliputi senapan, mortir, dan meriam howitzer. Nilai impornya mencapai US$1,28 juta atau mayoritas dari total impor senjata dari Israel.

Kedua, kode HS 93051000 yakni suku cadang dan aksesori revolver serta pistol. Nilainya mencapai US$3.756.

Ketiga, kode HS 93059999 yakni suku cadang dan aksesori revolver serta pistol heading 9302 dari kulit/tekstil lainnya. Nilainya, mencapai US$41.091.

Berdasarkan data BPS, impor senjata dari Israel paling banyak masuk pada Oktober 2020 yakni US$1,28 juta. Pada bulan tersebut, Indonesia mendatangkan senjata dengan kode HS 93011000.

Yakni senjata artileri, meliputi senapan, mortir, dan meriam howitzer dan kode HS 93059999 yakni suku cadang dan aksesori revolver serta pistol heading 9302 dari kulit/tekstil lainnya.

Secara total, nilai impor senjata Indonesia sepanjang 2020 sebesar US$404,61 miliar. Itu berarti, impor senjata dari Israel hanya setara dengan 0,32 persen dari total impor senjata Indonesia sepanjang tahun lalu.

Diterbitkan di Berita

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Hamas mengonfirmasi bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata di Gaza. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel menerima proposal Mesir setelah pertemuan Kabinet Keamanannya pada larut malam.

Hamas segera mengikuti keputusan dan menghormati kesepakatan itu. Dalam sebuah pernyataan, kantor Netanyahu mengatakan Kabinet Keamanan dengan suara bulat menyetujui proposal tersebut setelah mendapat rekomendasi dari kepala staf militer dan pejabat tinggi pertahanan lainnya.

Sumber diplomatik menyebut nantinya akan ada dua delegasi keamanan Mesir yang dikirim untuk memantau kesepakatan gencatan senjata ke Tel Aviv dan Palestina.

“Gencatan senjata serentak yang dimediasi Mesir akan mulai berlaku pada pukul 23.00 GMT pada Kamis,” kata sumber itu. 

Kemenangan bagi rakyat Palestina 

Pejabat Hamas, Taher Nounou, membenarkan kesepakatan itu. “Perlawanan Palestina akan berkomitmen untuk kesepakatan ini selama pendudukan dilakukan,” kata Nounou.

Anggota Biro Hubungan Arab dan Islam Hamas, Ali Barakeh, mengatakan, deklarasi gencatan senjata adalah kekalahan bagi Netanyahu dan kemenangan bagi rakyat Palestina.

Pejabat Hamas mengaku mereka telah dihubungi oleh pejabat dari Rusia, Mesir, Qatar, dan PBB untuk melakukan gencatan dengan Israel.

Serangan udara dan artileri Israel yang telah menewaskan 232 orang memperburuk situasi kemanusiaan Gaza yang sudah mengerikan. Kampanye pengeboman Israel telah membuat dua juta penduduk di Gaza, di bawah blokade Israel selama 14 tahun, putus asa mencari bantuan.

Rumah sakit kewalahan menerima pasien. PBB mengumumkan sekitar 75 ribu warga sipil telah meninggalkan rumah mereka, mencari perlindungan di sekolah yang dikelola PBB, dan bangunan umum lainnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan perwakilan dari beberapa negara lain telah mendesak penghentian segera kekerasan di Palestina pada awal pertemuan darurat Majelis Umum pada Kamis sebelum pengumuman gencatan senjata.

“Jika ada neraka di bumi, itulah kehidupan anak-anak di Gaza hari ini. Saya ngeri dengan laporan bahwa sembilan anggota dari satu keluarga tewas di kamp pengungsi Al Shat,” kata Guterres seraya menyerukan penurunan segera kekerasan terhadap Palestina.

Dilansir TRT World pada Jumat (21/5), Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Rabu mengatakan orang-orang sangat membutuhkan kelonggaran dari pertempuran yang tanpa henti.

“Warga Gaza kelelahan karena semalaman tidak tidur, dipenuhi rasa ketakutan, kekhawatiran, dan kesedihan yang terus-menerus,” Direktur ICRC untuk Dekat dan Timur Tengah Fabrizio Carboni dalam sebuah pernyataan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut serangan Israel juga telah merusak setidaknya 18 rumah sakit dan klinik serta menghancurkan satu fasilitas kesehatan. Hampir setengah dari semua obat esensial telah habis.

Diterbitkan di Berita

Abid Rizky Zuliyandra PR DEPOK - Serangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina banyak menuai kekesalan hingga amarah dari berbagai pihak.

Kekesalan itu pun sampai ke orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai dukun, terlihat dari video yang diunggah di kanal YouTube Kang Ujang Busthomi cirebon.

Dalam video tersebut memperlihatkan cara yang dilakukan para dukun di Indonesia membantu Palestina melawan Israel.

Dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari The Vocket pada Kamis, 20 Mei 2021, diketahui Kang Ujang Busthomi disinyalir merupakan seorang pendakwah di Indonesia.

Akhir-akhir ini dirinya berkesempatan mengunjungi salah satu daerah di Indonesia untuk melihat ritual dukun yang akan mengirimkan sihir dan roket gaib ke Israel.

Dalam video tersebut, Kang Ujang mengaku dirinya mendapatkan undangan dari sekelompok dukun untuk melihat ritual pengiriman roket gaib tersebut.

Serta dalam video itu, ada salah satu perwakilan dukun yang mengklaim bahwa mereka adalah perwakilan dari dukun nusantara yang ingin membantu Palestina yang sedang diserang dari Israel.

Dia juga mengatakan bahwa mereka akan mendukung Palestina dengan menyerang Israel secara gaib dengan sihir.

Hal tersebut, menurut mereka, bisa dilakukan dengan membutuhkan waktu 2 hari untuk mencapai Israel.

Tidak hanya itu, mereka juga mengatakan, akan mengirim dan mempersiapkan jin guna melindungi warga Palestina dari serangan roket yang dikirim Israel.

Sontak video yang berdurasi 22 menit tersebut tersebar di sosial media dan menjadi perbincangan warganet.

Tidak hanya warganet Indonesia, warganet Malaysia pun banyak yang membagikan video tersebut di akun sosial media mereka pribadi.

Selain itu, tidak sedikit warganet atau netizen yang mengomentari video tersebut dengan emoticon lucu dan menganggap semua itu lelucon saja.***

Diterbitkan di Berita

Suara.com Mantan pilot Angkatan Udara Israel memberikan testimoni kejahatan perang yang telah dilakukan pemerintah serta militernya.

Menyadur Anadolu Agency, Selasa (18/5/2021), Yonatan Shapira mengungkapkan pemerintahan yang pernah dibelanya adalah "penjahat perang".

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency, mantan pilot Angkatan Udara Israel tersebut menjelaskan apa yang ia rasakan ketika masih bergabung dengan militer.

"Saya menyadari selama Intifada kedua, apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang," kata Yonatan Shapira.

Ia melanjutkan, "Kami meneror jutaan orang Palestina. Ketika saya menyadari itu, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi, tetapi juga mengajak pilot lain untuk menolak menjadi bagian dalam kejahatan ini."

Shapira diberhentikan dari militer pada tahun 2003 setelah menentang kebijakan pendudukan dan penindasan pemerintahan Tel Aviv terhadap Palestina.

Sejak saat itu, ia meluncurkan kampanye yang mendorong anggota militer lainnya untuk tidak mematuhi perintah menyerang warga Palestina.

Sebagai hasil dari kampanye yang dia lakukan dengan teman-temannya, 27 pilot militer telah diberhentikan dari Angkatan Udara Israel sejak 2003 karena menentang perang.

Pendidikan militeristik zionis

Shapira juga berbagi pengalaman ketika dia mengenyam pendidikan di Israel. Ia menyebut, sistem pendidikan Israel kental bernuansa militeristik serta zionisme.

"Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung," jelas Shapira.

"Mereka dikirim untuk melempar rudal dan bom di pusat kota Palestina. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme," katanya.

Shapira juga menegaskan kembali, bersama dengan teman-temannya yang mengundurkan diri dari militer, bahwa tindakan pendudukan Israel adalah kriminal.

"... pendudukan ini adalah tindak kriminal yang sedang berlangsung dan kejahatan perang, dan kami tidak ingin terus mengambil bagian dalam kejahatan perang ini," tegasnya.

Shapira juga mengatakan, karena ingin melindungi publik, dirinya harus berada di sisi Palestina, ketimbang menjadi tentara Israel.

"Ini adalah proses psikologis dan sangat sulit tetapi begitu Anda menyadari bahwa Anda adalah bagian dari organisasi teroris, Anda memahami bahwa Anda harus mengatakan tidak, Anda harus mengambil konsekuensi," Shapira menekankan.

Sebanyak 192 warga Palestina, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita, tewas dan 1.235 lainnya terluka sejak Israel memulai serangan udara di Gaza pada 10 Mei.

Militer Israel mengatakan lebih dari 50 pesawat tempur melakukan serangan selama 20 menit di Jalur Gaza sesaat sebelum fajar pada hari Senin.

Mereka menyerang 35 "target teror" dan menghancurkan lebih dari 15 km (9,3 mil) jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas, tambahnya.

Belum ada laporan tentang korban baik luka-luka maupun tewas setelah adanya klaim serangan tersebut.

Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 2