Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Operator telekomunikasi Telkomsel akhirnya umumkan investasi mereka yang kedua di raksasa ride hailing Gojek. Dalam investasi yang kedua ini, Telkomsel menyuntik dana sebesar 300 juta dolar AS ( atau sekitar Rp 4,25 triliun.
 
Rencana pendanaan kedua untuk Gojek sebenarnya telah diungkap Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, pada akhir April lalu. Jumlah investasi kali ini lebih besar dua kali lipat ketimbang investasi Telkomsel yang pertama di Gojek pada November 2020, yang nilainya 150 juta dolar AS.
 
"Investasi lanjutan dari Telkomsel menjadi penegas akan kesamaan visi dari kedua perusahaan yang sama-sama lahir dan berkembang untuk menjawab masalah nyata di tengah masyarakat melalui inovasi digital dan teknologi, dengan semangat untuk melayani dan memajukan negeri," jelas Setyanto dalam keterangan resmi, Senin (10/5).
 
"Maka dari itu, Telkomsel menatap optimis upaya penanaman modal terbaru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk melihat dan menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi terdepan karya anak bangsa."
 
 
Telkomsel Tambah Investasi di Gojek, Nilainya Rp 4,25 Triliun (1)
Logo Telkomsel 5G. Foto: Telkomsel
 
Menurut keterangan Setyanto kepada Reuters pada akhir bulan lalu, pihaknya memang memiliki opsi untuk berinvestasi hingga 450 juta dolar AS dalam waktu satu tahun investasi pertama.
Keputusan untuk mengaktifkan investasi tambahan, kata Setyanto, diambil Telkomsel "setelah melihat hasil positif" dari investasi pertama.
 
"Sebagai digital telco company, kami terus melakukan pengembangan berkelanjutan yang melampaui kemampuan konektivitas, dengan terus mengembangkan industri digital di Indonesia melalui kontribusi keunggulan Telkomsel dan Gojek, baik dalam bidang keahlian maupun inovasi," tambah Setyanto. "Kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang membutuhkan ekosistem yang holistis, dan hal tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara kedua perusahaan."
 
Telkomsel menjelaskan, investasi ini akan melengkapi sinergi mereka dan Gojek yang telah dijalin. Keduanya juga akan menjalankan lebih banyak upaya kolaboratif strategis yang mampu mengakselerasikan adopsi gaya hidup digital, mendorong lebih banyak pelaku bisnis dalam memanfaatkan platform online, hingga mengembangkan kualitas dan daya saing teknologi serta talenta digital Tanah Air.
 
"Kami bangga berkesempatan untuk dapat memperkuat momentum kemitraan strategis bersama Telkomsel sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia. Pendanaan lanjutan Telkomsel jelas akan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan memperluas manfaat ekonomi digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia," kata Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo.
 
"Kami percaya sekaligus berkomitmen bahwa kemitraan ini akan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar ekonomi digital di Asia Tenggara."
 
 
Telkomsel Tambah Investasi di Gojek, Nilainya Rp 4,25 Triliun (2)
Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menunggu penumpang di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
 
Gojek sendiri saat ini sedang dirumorkan untuk merger dengan raksasa e-commerce Tokopedia. Hasil perusahaan gabungan kedua startup itu, yang disebut-sebut bernama GoTo, akan memiliki valuasi hingga 18 miliar dolar AS.
 
Menurut narasumber anonim kepada Reuters, investasi tambahan Telkomsel akan menjadikan mereka salah satu dari delapan investor teratas GoTo, bersama dengan perusahaan lain seperti Google, Alibaba, dan Softbank.
Diterbitkan di Berita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang investasi bodong E-Dinar Coin (EDC) Cash.

Penetapan tersangka ini berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/135/2021/Bareskrim. Laporan itu terdaftar sejak tanggal 22 Maret 2021.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan pihak yang ditetapkan tersangka juga termasuk CEO dari EDC Cash.

"Sampai saat ini dalam kasus tersebut ada 6 tersangka yang diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Bareskrim Polri. 6 orang termasuk CEO-nya itu ditahan," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2021).

Ahmad menjelaskan pihaknya juga telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di rumah CEO EDC Cash berinisial AY.

"Di rumah tersangka AY dengan mengamankan 14 kendaraan roda empat, uang tunai baik rupiah ataupun mata uang asing, serta barang mewah lainnya," jelas dia.

Selain AY, kata Ahmad, penyidik juga sempat melakukan penggeledahan dan penyitaan berinisial H. Hasilnya, 4 kendaraan mobil disita dari tangan tersangka.

"Para korban juga sudah dilakukan pemeriksaan dan korban jumlahnya terus bertambah," ungkap dia. Menurutnya, EDC Cash telah dinyatakan sebagai investasi bodong.

"Kemudian, investasi atau perdagangan kripto ilegal tanpa izin OJK dan Bappebti dengan menggunakan aplikasi EDCCash," katanya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi

 
Diterbitkan di Berita

TEMPO.COJakarta - Uni Emirat Arab (UAE) mengumumkan akan berinvestasi sebesar 10 miliar dolar AS ke sovereign wealth fund Indonesia - Otoritas Investasi Indonesia (INA). Investasi ini bagian dari arahan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UAE) , Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. 

"Investasi-investasi itu akan fokus pada sektor strategis Indonesia, termasuk infrastruktur, jalan-jalan, pelabuhan-pelabuhan, pariwisata, agrikultur, dan sektor menjanjikan lainnya dari segi potensi pertumbuhan dan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan serta kemajuan ekonomi dan sosial," dilansir dari kantor berita resmi UAE, WAM, Selasa 23 Maret 2021.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan nama-nama anggota Dewan Pengawas dan Dewan Direktur INA. Pembentukan dewan tersebut dianggap sebagai tutuk balik dalam pemerintahan dan pengembangan sistem investasi di Indonesia. 

Sovereign fund (SWF) Indonesia bertujuan untuk mengimplementasikan proyek-proyek strategis yang mendukung pembangunan nasional, termasuk pembangunan infrastruktur dan konstruksi ibu kota baru di Kalimantan.

UAE dan Indonesia memiliki hubungan politik, ekonomi, dan kebudayaan yang kuat. Hubungan diplomatik resmi antara kedua negara dimulai pada 1976, dengan kedutaan besar Indonesia di Abu Dhabi yang dibuka pada 28 Oktober 1978. Adapun Kedubes UAE di Jakarta diresmikan pada 1991, menyusul kunjungan yang bersejarah oleh mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan ke Indonesia pada 1990.

Hubungan antara kedua negara telah melewati pertumbuhan besar dalam beberapa tahun terakhir dengan peningkatan dalam kunjungan dari pejabat pemimpin dan pejabat senior kedua negara, terutama kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo pada September 2015 ke UAE, dan kunjungan Putera Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia pada Juli 2019.

Kedua negara telah menandatangani sejumlah kesepakatan kerjasama. Keduanya pun baru-baru ini menyelesaikan Pekan UAE-Indonesia 2021, di mana sejumlah kesepakatan kerja sama telah ditandatangani terkait dengan pelabuhan, logistik, industri pertahanan dan strategis, energi, pariwisata, ekonomi kreatif dan mangrove.

Dari segi hubungan perdagangan dan ekonomi Uni Emirat Arab dan Indonesia, telah terdapat pertumbuhan besar, dengan volume pertukaran dagang mencapai 3,7 miliar dolar AS.

Reporter: Antara
Editor: Ali Akhmad Noor Hidayat
Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia mendapatkan komitmen dari pelaku industri otomotif di Jepang. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita usai menghadiri 5 agenda pertemuan dengan pelaku industri di Tokyo Jepang Rabu (10/3/2021). 

Kepada wartawan dalam konferensi pers secara virtual, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan didampingi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Heri Akhmadi,  memastikan, satu di antara komitmen itu didapat dari pabrikan otomotif raksasa Mitsubishi Motors Corporation akan melakukan perluasan kapasitas produksi mobil di Indonesia, sekaligus perluasan ekspor.

"Mereka memberikan komitmen kepada kita,  bahwa pada akhir 2025 akan ada penambahan investasi sebesar Rp 11,2 triliun sehingga terjadi peningkatan kapasitas dari 220.000 menjadi 250.000 unit kendaraan," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya yang diterima rri.co.id, Kamis (11/3/2021).

Agus mengemukakan Mitsubishi akan mengembangkan 2 model kendaraan, yaitu Sport Utility Vehicle (SUV) Xpander jenis Hybrid, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yaitu kendaraan listrik yang menggunakan kombinasi mesin bensin dan dinamo listrik, serta baterainya bisa diisi ulang dengan listrik yang berasal dari sumber eksternal.

Kedua model tersebut akan diarahkan pengembangannya menjadi produk ekspor Indonesia. Mitsubishi juga memberikan izin kepada Agen Pemegang Merek (APM)-nya di Indonesia. Termasuk dengan menambah 9 negara ekspor dari yang saat ini sebanyak 30 negara menjadi 39 negara tujuan ekspor.

"Mereka akan mengembangkan hybrid, memang itu pilihan bisnis mereka, tentunya kami kawal. Selain hybrid mereka juga akan melakukan investasi plug in hybrid. Khusus untuk jenis electric vehicle [EV] mereka masih melakukan studi terhadap model yang akan dikembangkan tetapi komitmen sudah ada," ujar Agus.

Termasuk terkait rencana baru pabrikan untuk ikut dalam program percepatan kendaraan bermotor listrik di dalam negeri.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pada Kamis (11/3/2021), akan bertemu dengan beberapa industri otomotif asal Jepang lain seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mazda, dan Nissan. Tujuan utamanya, untuk mendorong industri terkait agar melakukan pengembangan kendaraan listrik dan memperluas pasar ekspornya dari Indonesia, termasuk ke Australia. 

 
Diterbitkan di Berita