Tiara Aliya Azzahra - detikNews Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan dana hibah sebesar RP 486 juta untuk Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) di Jakarta Timur. Alokasi dana hibah itu tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2022.

Dilihat dari dokumen data hasil input komponen KUA-PPAS yang diterima detikcom, hibah senilai Rp 486 juta itu terdapat di anggaran Dinas Sosial DKI Jakarta melalui program pemberdayaan potensi sumber kesejahteraan sosial provinsi.

"Hibah kepada Yayasan Pondok Karya Pembangunan, rekening anggaran Rp 486.000.000," demikian tulis dokumen yang dilihat, Rabu (17/11/2021).

Yayasan PKP masuk memiliki nama rekening belanja hibah uang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela dan sosial yang telah memiliki surat keterangan terdaftar.

Selain Yayasan PKP, terdapat pula yayasan lainnya yang terdaftar di dalam rekening yang sama dengan total anggaran dana hibah mencapai Rp6.342.018.000.

Masih dalam dokumen yang sama, yayasan tersebut berada di urutan ketiga penerima hibah tertinggi setelah hibah Karang Taruna DKI Jakarta sebesar Rp 1 Miliar serta Yayasan Bunda Pintar Indonesia yang mendapatkan hibah sebesar Rp 900 juta.

Dikutip dari situs hibahbansosdki.jakarta.go.id, Yayasan PKP diketuai oleh KH Amidhan Shaberah yang tak lain merupakan Ayah dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani pernah tercatat menjadi pembina Yayasan Bunda Pintar Indonesia yang menerima hibah tertinggi kedua untuk tahun 2022 mendatang senilai Rp 900 juta.

Sebagai perbandingan, sejumlah yayasan nirlaba lainnya rata-rata mendapatkan dana hibah kisaran Rp 25-75 juta. Seperti misalnya, hibah untuk yayasan Al-Barkah Daruqutni sebesar Rp 50 juta dan Yayasan Bersinar Tunas Bangsa sebesar Rp 75 juta.

Kemudian, pemberian hibah terendah pada yayasan Cheshire Indonesia senilai Rp 18 juta. Wagub Riza Patria mengaku belum mengetahui detail pemberian dana hibah kepada sejumlah yayasan.

Dia hanya mengatakan, dalam mengalokasikan anggaran Pemprov DKI pasti mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat.

"Nanti kita lihat ya, prinsipnya harus sesuai dengan ketentuan ya, kita harus mengakomodir semua kepentingan," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2021) malam.

Politikus Gerindra itu akan memastikan besaran dana hibah untuk yayasan di tahun 2022 mendatang. Prinsipnya, seluruh uang yang dianggarkan maupun dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan. "Semuanya harus dicek, semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

(taa/eva)

 

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5816123/dki-alokasikan-dana-hibah-rp-486-juta-untuk-yayasan-dikelola-ayah-wagub-riza

 

 

Diterbitkan di Berita

BANDUNG, itb.ac.id -- Institut Teknologi Bandung (ITB) menghibahkan 20 unit produk inovatif Powered Air-Purifying Respirator (PAPR) untuk tenaga kesehatan/medis ke beberapa rumah sakit di Indonesia.

Hibah ini dilakukan untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini. PAPR dengan nama VitaFlo ini dibuat di Laboratorium Energi Terbarukan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB dengan ketua tim penelitinya Dr. Yuli Setyo Indartono.

Alat versi kedua ini akan diberikan ke Rumah Sakit di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Kalimantan (masih konfirmasi).

Pengembangan alatnya didukung oleh Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB.

 

 

Dr. Yuli mengatakan, ada dua komponen utama di alat tersebut yaitu box blower dan filter untuk mengalirkan dan memfilter udara, serta penutup wajah atau full-face protector. Udaranya disalurkan melalui selang (grade medis) dari blower ke full-face protector.

"Aliran udara yang masuk ke dalam full-face mask menyebabkan tekanan udara lebih tinggi di dalam face mask dibandingkan yang di luar. Sehingga mencegah kontaminasi bakteri/virus dari luar," ujarnya.

 

 

Untuk penggunaannya sendiri, VitaFlo sudah menggunakan baterai dan mampu bertahan 5 jam 30 menit. Dengan menggunakan VitaFlo, tenaga kesehatan tidak perlu lagi memakai masker, goggle, dan face shield, namun APD lain tetap digunakan.

"Setelah ada alat ini, nakes tidak perlu lagi memakai APD di bagian wajah. InsyaAllah cukup dengan VitaFlo," jelasnya.

 

 

Mampu Filtrasi Virus Sekitar 97 Persen

Dijelaskan Dr. Yuli, VitaFlo merupakan alat pelindung diri jenis PAPR (Powered-Air Purifying Respirator) yang mengintegrasikan fungsi masker, pelindung wajah, dan kacamata pelindung.

Fungsi alat VitaFlo ini sudah melalui beberapa pengujian. Pertama telah dilakukan pengujian di laboratorium di SITH untuk dilihat bagaimana kemampuan alat dalam memfilter bakteri dan virus. "Hasilnya sangat baik," ujarnya.

Efektivitas filtrasi bakteri sebesar 99,9 persen untuk ukuran bakteri 0.5-2 um, dan 97 persen untuk partikel <0.1 um (ukuran virus), berdasar pengujian di laboratorium di SITH ITB.

 

 

Pengujian lainnya dilakukan di Lab Energi Terbarukan FTMD untuk pengecekan laju aliran fluida masuk ke dalam full-face mask. Hasil pengujian sudah memenuhi standar.

Ide Awal Pembuatan Alat

Dr. Yuli bercerita, ide awal pembuatan alat ini berawal dari keprihatinan saat menyaksikan tenaga kesehatan memakai APD berlapis-lapis di bagian wajah. Hal itu terlihat tidak praktis, pengap, dan tidak nyaman. Dari situlah muncul ide membuat VitaFlo yang lebih mudah digunakan dan sederhana. "Saya terinspirasi membuat facemask, namun apabila tidak dilengkapi blower akan terjadi kebocoran dari samping karena tekanan udaranya tidak positif. Makanya kami buat suplai udara menggunakan blower filter," jelasnya.

Ke depannya, alat ini tidak hanya berguna untuk tenaga kesehatan saja, tetapi juga bisa dipakai oleh para pekerja industri yang sering terpapar debu dan partikel berbahaya. VitaFlo bisa menyaring partikel-partikel berukuran kecil dengan baik.

"Filternya kita pilih yang versi industri, sehingga tidak mengalami kelangkaan saat banyak kebutuhan tenaga medis. Kemampuan filtrasinya sama, hanya versinya saja yang industri supaya ketersediaannya lebih terjamin. Pembeliannya mudah karena ada di toko-toko online," ucapnya.

Sementara itu, hasil riset inovasi ini akan dikerjasamakan dengan PT Rekayasa Inovasi ITB, untuk dicarikan partner industri agar VitaFlo bisa diproduksi secara massal oleh industri.

 

 
 
Diterbitkan di Berita