sindonews.com LINCOLN - Tiga ekor macan tutul salju di kebun binatang Nebraska, Amerika Serikat (AS) mati karena komplikasi infeksi COVID-19 . Pengelola Kebun Binatang juga mengumumkan bahwa dua ekor harimau Sumatera, Axl dan Kumar, tertular virus COVID-19 tetapi telah pulih.

"Kehilangan ini benar-benar memilukan, dan kita semua berduka bersama," keterangan resmi Pengelola Kebun Binatang Nebraska dikutip dari laman foxnews, Senin (15/11/2021). "Macan tutul salju kami, Ranney, Everest, dan Makalu, dicintai oleh seluruh komunitas di dalam dan di luar kebun binatang."

Pihak kebun binatang itu pertama kali melaporkan tiga ekor macan tutul salju positif COVID-19 setelah dilakukan tes pada 13 Oktober 2021. Pemeriksaan dilakukan setelah staf kebun binatang melihat hewan-hewan itu menunjukkan gejala penyakit. 

Staf kebun binatang merawat dengan memberikan steroid dan antibiotik untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Sebelumnya tidak ada satwa lain di kebun binatang yang menunjukkan tanda-tanda terinfeksi COVID-19, sehingga belum bisa diidentifikasi dari mana penularan terjad.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa penyebaran COVID-19 antara manusia dan hewan kemungkinannya sangat kecil. Meskipun ada beberapa kasus, seperti penyebaran dari kelelawar ke manusia. 

Namun, manusia lebih mudah menyebarkan COVID-19 ke satwa, seperti beberapa kasus sejak pandemi dimulai. Diketahui Manusia telah menyebarkan virus COVID-19 kepada kucing dan anjing dalam beberapa kasus.

Pengelola kebun binatang sudah berusaha keras mengambil tindakan pencegahan agar COVID-19 tidak menyebar kepada manusia dan hewan. Perusahaan farmasi satwa, Zoetis mengembangkan vaksin COVID-19 untuk hewan, yang telah digunakan untuk melindungi primata di kebun binatang di seluruh AS.

(wib)

 

Sumber: https://sains.sindonews.com/read/599617/766/3-macan-tutul-salju-di-kebun-binatang-nebraska-mati-terinfeksi-covid-19-2-harimau-sumatera-sembuh-1636942285

 

Diterbitkan di Berita

okezone.com JAKARTA - Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Dokter Hewan Endah Rumiyati menegaskan tidak ada satwa lain selain dua harimau Hari dan Tino yang menunjukkan gejala Covid-19.

"Selain harimau Hari dan Tino tidak ada satwa di dalam TMR ini yang menunjukkan gejala Covid jadi hanya harimau Hari dan Tino," kata Endah saat jumpa pers di depan kandang eksibit harimau, Minggu (1/8/2021).

Endah menambahkan bahwa kawasan TMR ditutup sejak tanggal 22 Juni 2021 dan tidak ada tamu. Ia pun melakukan tracing terhadap perawat satwa tersebut hasilnya negatif.

"Di kami kan memang ditutup pada tanggal 22 Juni jadi memang tidak ada tamu, deteksi ini muncul kita juga sudah melihat kondisi perawat tidak ada yang memiliki gejala klinis ke arah sakit memang sampai saat ini kami akan Tracing karena memang tidak ada perawat kami yang menunjukkan sakit, tapi kami tidak menutup kemungkinan memang kalau OTG jadi kami tetap Tracing," terangnya.

Lebih lanjut, Endah melakukan test disebabkan harimau ini memiliki gejala klinis sakit. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mengecek seluruh satwa.

"Jadi kami melakukan test ini karena harimau ini memiliki gejala klinis sakit, kami tidak melakukan test untuk satwa yang tidak menunjukkan klinis sakit tetapi mungkin ke depan tidak menutup kemungkinan apabila kami ingin mengecek semua satwa ke depan kami akan coba kita fikirkan agar kita lebih tahu," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kembali situasi dua harimau yang terinfeksi Covid-19 itu. Ia pun memastikan bahwa keduanya telah sembuh dari virus tersebut.

"Warga Jakarta yaitu Hari dan Tino sudah menunjukan tanda tanda kesembuhan. Hari itu berusia 12 tahun, Tino berusia 9 tahun mereka ayah dan anak dari harimau Sumatera yang berada di TMR," ucap Anies.

 

(fkh)

Diterbitkan di Berita