sindonews JAKARTA - Putri Aa Gym , Ghaida Tsurayya menutup akun Instagram usai membentak sang ibu, Teh Ninih . Akibat perbuatannya itu, Ghaida dikecam oleh netizen. Ia pun dinilai tak sopan.

Sebelum menutup Instagram pribadinya, Ghaida sempat membalas komentar netizen soal cibiran netizen pada dirinya lewat sesi tanya jawab. Hal tersebut diketahui dari postingan di Instagram Story.

“Ga usah sedih teteh, Gda memang banyak dosanya, episode ini bikin gda jadi banyak merenung, kebayang kalau dicabut nyawa, sebelum mentaubati dosa yang sadar atau ga sadar dilakukan, malah bersyukur Allah masih kasih kesempatan untuk taubat,” jawab Ghaida.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Ghaza Al Ghazali , putra Aa Gym dan Teh Ninih mengungkapkan jika Teh Ninih dibentak oleh sang kakak , Ghaida Tsurayya. Pengakuan ini diungkap Ghaza lewat postingan Facebook pribadinya.

Lewat postingan tersebut, Ghaza pun membongkar perlakuan kasar Ghaida pada Teh Ninih. Ia secara terang-terangan mengungkap karena postingan sebelumnya, Teh Ninih dimarahi dan dibentak oleh Ghaida.

"Apakah Anda mengenal kakak saya yang bernama The Ghaida Tsurayya? Lalu, Anda termasuk pengikutnya? Menurut saya, Anda lebih baik mempertimbangkannya lagi," tulis Ghaza dikutip Senin (28/6).

"Karena kakak saya yang satu ini, adalah saudari saya yang paling tidak sepemahaman dengan ayah saya. Bahkan, saya tidak habis pikir karena dua tulisan saya kemarin, ibu saya dibentak-bentak dimarahi oleh kakak saya ini," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ghaza mengatakan jika Ghaida pernah menyebut Teh Ninih munafik. Perkataan tidak pantas ini diucapkan Ghaida di Masjid Daaru Tauhid, saat sang ibu pertama kali diceraikan oleh Aa Gym.

"Saya teringat ketika pertama kali ibu saya dicerai, dengan lugasnya kakak saya mengatakan, 'mama itu munafik.' Tepat dikatakan KH Miftah Faridl dan itu pula yang disebutkan oleh ayah saya," kata Ghaza.

(dra)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Penceramah Abdullah Gymnastiar atau kerap disapa Aa Gym kembali menggugat cerai sang istri Ninih Muthmainah atau Teh Ninih. Padahal, dua bulan lalu ia baru mencabut gugatan cerai.

Gugat cerai tersebut dikonfirmasi oleh kuasa hukum Aa gym, Dedi Setiadi. Ia membenarkan pihaknya kembali memasukkan gugatan cerai ke pengadilan.

"Betul (mengajukan gugatan lagi). Kemarin baru masuk," ucap Dedi, Jumat (11/9).

Sama seperti saat pencabutan gugatan April lalu, pengajuan gugatan kali ini juga disebut Dedi sebagai keinginan pribadi dari Aa Gym.

"Jadi kemarin sebelum puasa sudah ini Aa masih di Turki dicabut kita ikuti. Kemarin, sudah bismillah saja masuk lagi ya sudah kita masukin," lanjutnya.

April 2021 lalu, Aa Gym melayangkan gugatan cerai pada Teh Ninih ke Pengadilan Agama Bandung. Namun, tak lama penceramah 59 tahun tersebut mencabut gugatan cerai.

Pihak kuasa hukum Ninih Muthmainnah atau Teh Ninih membantah kabar yang menyebutkan kliennya masih tinggal satu rumah dengan penceramah KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gyms elama proses cerai.

"Kami ingin klarifikasi juga bahwa aa dengan teteh tidak tinggal serumah sekitar sejak Agustus September 2020," kata salah satu kuasa hukum Teh Ninih Agung La Ten Ritata ditemui di Pengadilan Agama Bandung Kelas IA, Rabu (30/3).

Jika sampai resmi bercerai, ini akan menjadi perceraian kedua bagi Aa Gym dan Teh Ninih. Pada tahun 2010 Teh Ninih menggugat cerai Aa Gym, dan resmi cerai pada Juni 2011.

Namun, pada tahun 2012 pasangan tersebut rujuk kembali. Keretakan rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih dimulai sejak Aa Gym memutuskan berpoligami dan menikahi Alfarini Eridani pada tahun 2006.

Di tengah proses cerai, anak dari Aa Gym dan Teh Ninih Muhammad Ghaza Al Ghazali buka suara. Kali ini, Ghaza mengaku ia dicap durhaka setelah berusaha membela ibunya.

Ghaza juga secara tersirat menjawab berbagai tudingan netizen dan kritikan kepada dirinya usai membongkar perlakuan Aa Gym kepada Teh Ninih tersebut.

"Apakah anda pikir saya senang dengan kondisi seperti ini? Apakah anda pikir saya bahagia ketika ayah saya dihujat sana sini? Apakah anda pikir saya tidak mempertimbangkan efek dari tulisan saya? Apakah anda pikir saya tidak melakukan apapun selain mengumbar aib? Saya tidak akan melakukan pembenaran terhadap apa yang saya lakukan," kata Ghaza dalam unggahan publik di akun Facebook miliknya, dikutip Senin (7/6).

Aa Gym dan Teh Ninih menikah pada tahun 1998. Sejak saat itu, mereka dikaruniai tujuh orang anak. Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

(tim/fjr)

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co

Putra Aa Gym bernama Muhammad Ghaza Al Ghazali membongkar perlakuan tak menyenangkan Aa Gym kepada teh Ninih. Menurut Ghaza, Aa Gym yang seringkali berucap hal yang menyakitkan hati kepada ibunya tersebut.

Perlakuan buruk Aa Gym tersebut diunggah Ghaza secara terang-terangan di akun Facebooknya pada Kamis, 3 Juni 2021. Ghaza Menyebutkan Aa Gym sering mencaci maki Teh Ninih.

Berikut tulisan Ghaza yang dikutip dari Suara.com. Dalam tulisannya, Ghaza bercerita, seminggu sebelum pernikahannya terjadi, Aa Gym melontarkan pertanyaan soal kepentingan Teh Ninih hadir di momen spesial sang anak.

 

Unggahan Anak soal kelakuan Aa Gym terhadap Teh Ninih [Instagram/@mak_inpoh]

 

“Buat apa dia hadir?. Seolah lidahku keluar untuk menjawabnya. Entah apa kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan demikian,” tulis Ghaza.

“Untuk apa seorang ibu hadir di pernikahan putranya?. Menurut Anda, apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut? Akankah Anda menjawabnya dengan mudah? Atau Anda akan terdiam membisu, terperanjat karena ayah Anda bertanya demikian kepada Anda?,” lanjut Ghaza.

Teh Ninih kerap mendengar kalimat-kalimat kasar dari mulut Aa Gym. Kalimat kasar tersebut, lanjut Ghaza, kerap dilontarkan Aa Gym di berbagai situasi, bahkan di tempat umum sekalipun.

“‘Kamu musyrik. Kamu munafik. Kamu menuhankan makhluk’,” tulis Ghaza.

“Inilah kalimat-kalimat pujian yang selalu kami dengar. Ya, selalu. Dikala makan di restoran. Berangkat sekolah. Berkumpul bersama. Bahkan mungkin, di setiap sudut bumi ini, hanya ada pengingat akan kalimat itu semua,” tulis Ghaza melanjutkan.

Lebih lanjut, Ghaza juga mengatakan bahwa Aa Gym sudah belasan tahun bertindak demikian, yakni mengeluarkan kalimat-kalimat kasar.

Berapa lama, ya? Ya, hanya sebentar. Mungkin sekitar 15 tahun. Alunan puji-pujian yang memenuhi relung kami,” ujar Ghaza.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa sudah seharusnya penderitaan Teh Ninih berhenti. Dan sekarang saatnya untuk bahagia, meski tak bersama-sama.

Ghaza juga menduga, terdapat permainan di pengadilan pada saat proses perceraian Aa Gym dan Teh Ninih. Ia juga menduga, mungkin 15 tahun belum cukup bagi Aa Gym untuk menyiksa Teh Ninih.

Meski begitu, Ghaza kembali menegaskan bahwa sekarang adalah waktunya bagi Teh Ninih untuk berhenti merasakan penderitaan.

“Ya, betul. Nampaknya kemarin ada sedikit permainan di pengadilan. Begitulah, manusia. Barangkali, waktu 15 tahun belum cukup untuk menyiksamu, mungkin beliau masih perlu waktu untuk merasa puas. Namun maaf. Sudah cukup. Sudah cukup sampai sini permainannya,” katanya lagi.

Teh Ninih yang hampir satu tahun dicerai oleh Aa Gym, hingga saat ini masih digantung dan dipermainkan. Maka itu, ia tak bisa diam saja melihat hal tersebut.

“5 Juni 2020, lusa adalah tepat satu tahun setelah engkau dicerai. Dan, sampai detik ini engkau masih digantung, dipermainkan. Maaf saya tak bisa diam,” ujarnya lagi.

“Wahai Anda pembaca, bertindaklah! Jika Anda mampu berbicara, berbicaralah! Jika Anda mampu menasihati, nasihatilah! Jika Anda mampu pergi, pergilah!,” tutup Ghaza.

Diterbitkan di Berita