JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengungkap anggaran sekali demo untuk membiayai aparatur dan lain-lain mencapai Rp100 miliar. 

Dana tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk menghadapi pandemi dan bisa juga untuk mendirikan sekolah serta puskesmas.

"Inget obrolan dgn seseorang.. “Setiap ada demo besar, negara keluarkan uang utk kerahkan aparat dan jaga kota bisa sampe 100 miliar rupiah. Brp puskesmas bisa kita bangun dgn uang sebesar itu ? Brp sekolah bisa dibangun dgn uang sebesar itu??” kata Denny, Sabtu 24 Juli 2021.

"Pendemo ga punya otak!!" imbuh Denny kesal.

Sementara diberitakan secara terpisah, logo Gojek tercantum dalam poster viral seruan aksi massa 'Jokowi End Game'. Gojek menyayangkan penggunaan logonya dalam poster itu. Gojek mengimbau driver-nya tidak ikut aksi massa tersebut.

"Dapat kami sampaikan bahwa hal tersebut adalah hoax atau tidak benar," kata SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi W Purnomo, dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (23/7/2021).

Gojek menilai pencantuman logo perusahaannya dalam poster di media sosial itu menimbulkan persepsi bahwa Gojek atau pengemudi (driver) Gojek mendukung aksi itu. Padahal itu tidak benar.

"Kami sangat menyayangkan penyalahgunaan logo Gojek tanpa izin dan sepengetahuan kami pada konten terkait unjuk rasa dan kegiatan politik yang tersebar di media sosial dengan mengatasnamakan berbagai perusahaan, termasuk Gojek," kata Rubi.

Gojek juga tegas mengatur penggunaan atribut perusahaannya oleh semua mitra driver, sebutan mereka untuk para ojol yang bekerja di Gojek. Atribut Gojek tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang tidak berhubungan dengan Gojek.

"Gojek mengimbau para driver-nya untuk tidak ikut aksi itu, terlebih saat ini adalah masa pandemi COVID-19, PPKM Level 4," kata dia.

"Kami terus mengimbau mitra driver untuk senantiasa menaati aturan pemerintah terkait PPKM darurat, termasuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kerumunan sehingga dapat meminimalkan risiko paparan COVID-19 yang lebih luas lagi. Kami juga mengimbau mitra driver Gojek tidak terprovokasi dan tetap beroperasi seperti biasa dengan mengedepankan protokol kesehatan sesuai ketentuan," kata dia dinukil detik.com.

Poster seruan aksi 'Jokowi End Game' beredar di media sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

Menanggapi hal itu, polisi meminta masyarakat memahami situasi pandemi COVID-19 yang sedang mengganas. Masyarakat diminta tidak berkerumun. Bila hendak menyampaikan pendapat, masyarakat bisa menyampaikannya lewat kepolisian.

"Lihat rumah sakit-kuburan udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin, hindari kerumunan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

 
Diterbitkan di Berita

tagar.id Jakarta – Gojek dan Tokopedia resmi merger pada Senin, 17 Mei 2021 dengan mengumumkan terbentuknya Grup GoTo. Pembentukan GoTo, menyatukan kekuatan dua perusahaan teknologi terdepan di Indonesia yang menciptakan ekosistem unik dan saling melengkapi secara global.

Pembentukan Grup GoTo, juga diklaim sebagai kolaborasi usaha terbesar di Indonesia, sekaligus kolaborasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia hingga saat ini.

Melalui peleburan ini, Grup GoTo berniat menciptakan platform konsumen digital terbesar di Indonesia yang melayani sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga. Caranya, dengan mengkombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan,

Sedangkan mitra usaha serta mitra driver yang ada dalam Grup GoTo akan saling melengkapi dan menghadirkan pilihan barang ataupun jasa yang didukung oleh layanan pembayaran digital dan keuangan.

 

GoTo

Ilustrasi GoTo.(Foto:Tagar/Ist)

 

GoTo akan dipimpin oleh Andre Soelistyo dari Gojek sebagai CEO Group dan Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Sedangkan Kevin Aluwi akan tetap menjabat sebagai CEO Gojek serta William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO Tokopedia.

"Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dengan dibentuknya Grup GoTo serta menandai fase pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial," tutur Andre Soelistyo Senin, 17 Mei 2021.

Co-founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya menilai, berdirinya GoTo sejalan dengan misi awal perusahaan dalam hal menciptakan dampak sosial dalam skala besar, termasuk memberikan kesempatan yang setara bagi pegiat UMKM lokal mengembangkan bisnisnya, dan memberi pengguna akses yang sama kepada barang dan jasa di seluruh penjuru negeri.

"Selain mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, Grup GoTo akan memberikan kemudahan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperoleh akses terhadap produk dan layanan berkualitas, kapanpun dan dimanapun.

Perjalanan untuk mencapai tujuan kami masih panjang, tetapi hari ini adalah tentang dimulainya langkah bersama," ungkapnya. []

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Operator telekomunikasi Telkomsel akhirnya umumkan investasi mereka yang kedua di raksasa ride hailing Gojek. Dalam investasi yang kedua ini, Telkomsel menyuntik dana sebesar 300 juta dolar AS ( atau sekitar Rp 4,25 triliun.
 
Rencana pendanaan kedua untuk Gojek sebenarnya telah diungkap Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, pada akhir April lalu. Jumlah investasi kali ini lebih besar dua kali lipat ketimbang investasi Telkomsel yang pertama di Gojek pada November 2020, yang nilainya 150 juta dolar AS.
 
"Investasi lanjutan dari Telkomsel menjadi penegas akan kesamaan visi dari kedua perusahaan yang sama-sama lahir dan berkembang untuk menjawab masalah nyata di tengah masyarakat melalui inovasi digital dan teknologi, dengan semangat untuk melayani dan memajukan negeri," jelas Setyanto dalam keterangan resmi, Senin (10/5).
 
"Maka dari itu, Telkomsel menatap optimis upaya penanaman modal terbaru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk melihat dan menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi terdepan karya anak bangsa."
 
 
Telkomsel Tambah Investasi di Gojek, Nilainya Rp 4,25 Triliun (1)
Logo Telkomsel 5G. Foto: Telkomsel
 
Menurut keterangan Setyanto kepada Reuters pada akhir bulan lalu, pihaknya memang memiliki opsi untuk berinvestasi hingga 450 juta dolar AS dalam waktu satu tahun investasi pertama.
Keputusan untuk mengaktifkan investasi tambahan, kata Setyanto, diambil Telkomsel "setelah melihat hasil positif" dari investasi pertama.
 
"Sebagai digital telco company, kami terus melakukan pengembangan berkelanjutan yang melampaui kemampuan konektivitas, dengan terus mengembangkan industri digital di Indonesia melalui kontribusi keunggulan Telkomsel dan Gojek, baik dalam bidang keahlian maupun inovasi," tambah Setyanto. "Kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang membutuhkan ekosistem yang holistis, dan hal tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara kedua perusahaan."
 
Telkomsel menjelaskan, investasi ini akan melengkapi sinergi mereka dan Gojek yang telah dijalin. Keduanya juga akan menjalankan lebih banyak upaya kolaboratif strategis yang mampu mengakselerasikan adopsi gaya hidup digital, mendorong lebih banyak pelaku bisnis dalam memanfaatkan platform online, hingga mengembangkan kualitas dan daya saing teknologi serta talenta digital Tanah Air.
 
"Kami bangga berkesempatan untuk dapat memperkuat momentum kemitraan strategis bersama Telkomsel sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia. Pendanaan lanjutan Telkomsel jelas akan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan memperluas manfaat ekonomi digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia," kata Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo.
 
"Kami percaya sekaligus berkomitmen bahwa kemitraan ini akan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar ekonomi digital di Asia Tenggara."
 
 
Telkomsel Tambah Investasi di Gojek, Nilainya Rp 4,25 Triliun (2)
Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menunggu penumpang di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
 
Gojek sendiri saat ini sedang dirumorkan untuk merger dengan raksasa e-commerce Tokopedia. Hasil perusahaan gabungan kedua startup itu, yang disebut-sebut bernama GoTo, akan memiliki valuasi hingga 18 miliar dolar AS.
 
Menurut narasumber anonim kepada Reuters, investasi tambahan Telkomsel akan menjadikan mereka salah satu dari delapan investor teratas GoTo, bersama dengan perusahaan lain seperti Google, Alibaba, dan Softbank.
Diterbitkan di Berita