energibaik.id - Di tengah kebutuhan energi terbarukan yang ramah lingkungan semakin meningkat, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ITB berinovasi ciptakan teknologi pembangkit listrik tenaga gelombang laut bernama Double Turbine Wave Energy.

Ketiga mahasiswa ITB tersebut adalah Larasita, Irfan Muhammad Yusuf, dan Rizky Duanita. 

Pada dasarnya, gelombang laut yang menyimpan energi kinetik dalam jumlah besar dapat dikonversi menjadi energi listrik.

Muka air laut yang selalu mengalami osilasi (gerakan naik turun) juga dapat dimanfaatkan untuk menggerakan generator. 

Prinsip kerja teknologi pembangkit listrik tenaga gelombang laut double turbine wave energy adalah saat diletakkan di permukaan laut, alat ini akan mendapat tekanan dari permukaan gelombang laut yang naik. Akibatnya udara di sekitar alat akan terdorong masuk kedalam.

Hal ini dapat terjadi karena double turbine wave energy memanfaatkan sistem oscillating water column yang menggunakan sistem kedap udara didalamnya.

Selanjutnya, udara yang masuk kedalam alat akan menggerakkan turbin. Turbin tersebut telah dihubungkan dengan generator yang dapat menghasilkan energi listrik.

Hal yang membedakan double turbine wave energy dengan pembangkit listrik tenaga gelombang laut yang pernah ada sebelumnya adalah terdapat di jumlah turbin yang digunakan.

Alat ini menggunakan dua buah turbin, sedangkan kebanyakan alat lainnya hanya menggunakan satu turbin. 

Penggunaan dua turbin inilah yang menjadi inovasi yang diciptakan tim mahasiswa ITB dengan double turbine wave energy.

Teknologi ini dapat meminimalisir kehilangan energi yang terjadi pada alat-alat yang telah ada sebelumnya. Hal tersebut membuat perolehan energi listrik menjadi lebih besar. 

Pembangkit listrik tenaga gelombang laut ini dapat menghasilkan energi hingga 9,3 juta Megawatt hour apabila digunakan di perairan yang memiliki gelombang laut cukup tinggi. 

Kelebihan lainnya dari pembangkit tenaga gelombang laut double wave energy juga terletak pada keramahan lingkungannya karena lebih sedikit menghasilkan polutan dibanding pembangkit listrik dari batubara. 

Diterbitkan di Berita