Nafilah Sri Sagita K - detikHealth Jakarta - Jerman diserang gelombang keempat COVID-19, sempat mencatat rekor kasus 50 ribu sehari. Tiga Menteri Kesehatan di negara bagian Jerman mendesak strategi pengendalian COVID-19 lebih ketat seperti lockdown hingga penutupan sekolah.

Insiden kasus COVID-19 selama tujuh hari di Jerman mencapai rekor tertinggi selama pandemi. Jumlah orang yang terinfeksi naik menjadi 277,4 per 100 ribu penduduk berdasarkan data Robert Koch Institute per Sabtu (13/11/2021), di beberapa wilayah bahkan meningkat menjadi 500.

Kepala asosiasi dokter terbesar di Jerman, Marburger Bund mengatakan kepada grup media Jerman Funke Mediengruppe beberapa ruangan intensif atau perawatan ICU kemungkinan perlu memindahkan pasien antarwilayah, mencari tempat tidur dalam beberapa minggu mendatang, imbas kapasitas nyaris penuh.

Beban rumah sakit

Pemerintah federal dan para pemimpin dari 16 negara bagian Jerman akan membahas langkah-langkah pandemi baru pekan depan. Menteri kesehatan negara bagian Baden-Wuerttemberg, Hessen dan Brandenburg berpendapat bahwa sejumlah wilayah perlu tetap membuka opsi kebijakan darurat seperti jam malam, lockdown, atau penutupan sekolah, jika situasinya terus memburuk.

"Menghadapi beban rumah sakit yang di beberapa daerah hampir melebihi batas absolut, status epidemi harus diperpanjang di tingkat nasional," kata ketiga menteri kesehatan itu dalam pernyataan bersama, Sabtu, dikutip dari Channel News Asia.

Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak orang yang tidak divaksinasi untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka dalam sebuah pesan video yang disebarkan Sabtu kemarin.

Dia juga menyerukan penegakan aturan yang lebih kuat terkait testing, vaksinasi, atau bukti 'bebas COVID-19' sebelum berkunjung ke tempat tertutup, dan mendesak vaksin booster dilakukan lebih cepat.

"Minggu-minggu yang sulit terbentang di depan kita, dan Anda dapat melihat bahwa saya sangat khawatir," kata Merkel, berbicara dalam podcast video mingguannya. "Saya segera meminta semua orang yang belum divaksinasi, tolong pertimbangkan kembali."

Tentara Jerman sedang bersiap membantu layanan perawatan kesehatan, lapor surat kabar Spiegel, dan akan memberikan vaksinasi dan tes booster di panti jompo dan rumah sakit.

(naf/up)

Sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5810417/jerman-diserang-gelombang-ke-4-covid-19-rs-mulai-kewalahan?single

Diterbitkan di Berita

Ayunda Septiani - detikHealth Jakarta - Menteri Kesehatan Korea Selatan Kwon Deok-cheol memperingatkan bahwa Korea Selatan kini sedang dalam fase menuju gelombang keempat pandemi COVID-19.

"Selama sepekan terakhir, jumlah kasus harian baru berada di kisaran 500 kasus. Ini jelas menandakan adanya tren penularan yang meningkat," kata Kwon dalam briefing mingguan, seperti dikutip dari laman CNN.

Dia mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan guna untuk menekan laju penyebaran virus Corona COVID-19.

Selain itu, Kwon juga meminta masyarakat untuk membatalkan semua pertemuan non-esensial dan berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi virus Corona COVID-19.

Pada kesempatan yang sama, pejabat Kemenkes Korsel Son Young-rae mengatakan pemerintah terus memantau tren penularan dalam sepekan ke depan, dan nantinya akan memutuskan apakah akan meningkatkan level pembatasan sosial.

Sejauh ini, pembatasan sosial level 2 diterapkan di area Seoul, Busan, dan Jeonju, sedangkan wilayah lain di negara itu berada pada level 1,5.
(ayd/up)

Diterbitkan di Berita