Proses evakuasi dilakukan selama 24 jam dengan jumlah penerbangan sebanyak 61 kali. Penerbangan dilakukan bagi masyarakat yang ingin melarikan diri dari serangan Taliban.

"Sebanyak 61 penerbangan militer, komersial dan charter yang melibatkan sejumlah negara, terbang keluar dari Bandara Internasional Hamid Karzai dalam 24 jam," kata Jenderal Hank Taylor dikutip melali AFP, Selasa(24/8/2021).

Taylor juga mengatakan, dari jumlah yang dievakuasi diantara 11 ribu orang dibawa keluar melalui operasi pengangkutan udara militer AS. Bahkan, sebanyak 37 ribu di antaranya dalam operasi pengangkutan udara telah dimulai pada 14 Agustus 2021 lalu ketika Taliban merebut Kabul.

"Jumlah itu termasuk beberapa ribu warga negara AS, dan ribuan warga Afghanistan yang bekerja untuk pasukan AS. Mereka telah mengajukan atau menerima visa imigran khusus, serta warga Afghanistan yang dianggap berisiko terhadap serangan Taliban karena pekerjaan mereka di organisasi non-pemerintah, media, dan pekerjaan lainnya," jelasnya. 

Selain itu, Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan pihaknya tetap fokus menyelesaikan operasi evakuasi AS hingga tenggat waktu 31 Agustus yang telah ditetapkan Presiden Joe Biden untuk menyelesaikan penarikan AS dari Afghanistan.

"Pihak kami akan menarik 5.800 tentara AS yang pada dasarnya menjalankan operasi bandara dan menjaga keamanan sejak 14 Agustus, serta sejumlah besar peralatan yang dibawa untuk mendukung misi mereka," kata John Kirby.

Sementara diketahui jika pada Selasa ini para pemimpin kelompok negara-negara G7 akan bertemu secara virtual di Afghanistan.

Inggris saat ini memimpin G7, yang juga terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Diterbitkan di Berita
Audrey Santoso - detikNews Jakarta - Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi 26 warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan. Hal itu dilakukan lantaran kondisi di Afghanistan yang mencekam usai Taliban mengambil alih kekuasaan.

Proses evakuasi puluhan WNI tampak dari dua foto yang beredar. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membenarkan foto tersebut adalah potret proses evakuasi WNI dari Afghanistan.

"Kalau lihat registrasi pesawat A-7305 sudah sesuai," kata Hadi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (20/8/2021).

Foto pertama menunjukkan pesawat TNI Angkatan Udara (AU) tengah parkir dengan pintu terbuka dan tangga menjulur ke bawah di sebuah landasan. Tampak beberapa pria mengenakan seragam TNI AU dan pria lainnya berpakaian sipil.

Foto kedua memperlihatkan situasi para WNI di dalam pesawat. Ada yang mengenakan masker, ada pula yang mengenakan masker oksigen.

 

Pemerintah RI dengan pesawat TNI AU evakuasi 26 WNI dari Kabul, Afghanistan
Pemerintah RI dengan pesawat TNI AU mengevakuasi 26 WNI dari Kabul, Afghanistan. (dok. istimewa)

 

Sebelumnya, Menlu Retno LP Marsudi, melalui akun Twitter-nya, mengumumkan pemerintah berhasil mengevakuasi 26 WNI yang berada di Kabul, ibu kota Afghanistan. Puluhan WNI yang dievakuasi termasuk staf KBRI setempat.

Selain itu, ada 5 WN Filipina dan 2 WN Afghanistan yang ikut dievakuasi pemerintah. Retno menjelaskan 2 WN Afghanistan tersebut merupakan suami dari WNI dan staf lokal KBRI.

Evakuasi dilakukan hari ini dengan menggunakan pesawat TNI AU. Retno mengatakan pesawat yang mengevakuasi WNI dari Kabul itu saat ini sudah berada di Islamabad dan akan menuju Indonesia.

"Alhamdulillah, pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan, dengan pesawat TNI AU," kata Retno.

"Pesawat saat ini sudah berada di Islamabad untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia," lanjutnya.

(aud/imk)

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia

Dalam keterangan tertulis yang diterima VOA, Rabu (14/7), Kedutaan Besar Jepang di Jakarta membantah pemerintahnya memiliki rencana untuk mengevakuasi warganya dari Indonesia terkait kenaikan tajam kasus harian COVID-19 di Indonesia.

 

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato. (AP)
Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato. (AP)

 

"Penerbangan yang dilakukan Rabu pagi terlaksana atas inisiatif dari perusahaan swasta Jepang dan bukan usaha evakuasi maupun repatriasi dari pemerintah Jepang. Sama halnya dengan Indonesia, dan negara-negara manapun, Jepang juga masih mengadakan pembatasan masuk bagi orang-orang dari luar negeri," kata Kedutaan Jepang di Jakarta.

Pembatasan ini, menurut Kedutaan Jepang di Jakarta dilakukan untuk menjaga agar kapasitas pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di bandara udara, jumlah petugas medis, dan fasilitas karantina bagi mereka yang datang dari luar negeri ini dapat beroperasi dengan baik.

Kedutaan Jepang di Jakarta mengatakan pernyataan Menteri Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato hari Selasa (13/7) lebih dimaksudkan untuk penambahan kuota bagi warganya yang akan masuk kembali ke Jepang, agar dapat tetap beroperasi dengan baik.

 

Hal yang sama juga diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah. Menurutnya Kementerian Luar Negeri telah menerima informasi dari Kedutaan Jepang di Indonesia yang menegaskan tidak ada rencana pemerintah negara Sakura tersebut untuk mengevakuasi warganya dari Indonesia.

 

Teuku Faizasyah. (Foto: IG/KBRI Yangon)
Teuku Faizasyah. (Foto: IG/KBRI Yangon)

 

"Yang ada adalah kepulangan secara mandiri warga negara Jepang di Jakarta yang diatur atau diorganisir oleh perusahaan swasta Jepang. Salah satu pertimbangan mengapa mereka kembali ke Jepang adalah untuk keperluan vaksinasi. Oleh karena itu, ada kepulangan secara kolektif yang diatur oleh pihak perusahaan Jepang pada hari ini," kata Faizasyah.

Faizasyah menekankan kepulangan warga Jepang dari Indonesia pada hari Rabu (14/7) merupakan kepulangan mandiri, bukan evakuasi atau repatriasi. Tentunya dalam proses kepulangan tersebut, perlu peran pemerintah Jepang dalam hal perizinan, pengaturan karantina, dan sebagainya.

Faizasyah menambahkan pekan lalu, Jepang mengirim bantuan hampir satu juta dosis vaksin COVID-19 bagi Indonesia dan minggu ini dijadwalkan donasi vaksin akan tiba lagi di tanah air.

 

WHO di Indonesia Yakin Separuh Warga Indonesia Telah Divaksinasi pada Akhir 2021

Dalam sambutannya terkait kedatangan 3.476.400 dosis vaksin AstraZeneca dari fasilitas Covax semalam, kepala perwakilan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) di Indonesia Dr. N. Paranietharan meyakini akhir tahun ini setengah dari penduduk Indonesia sudah menerima suntikan vaksin COVID-19 karena pasokan vaksin yang lancar.

Paranietharan meminta semua warga Indonesia untuk tinggal di rumah dan membatasi kegiatan di luar rumah sebagai satu-satunya cara untuk menekan tingkat penularan varian Delta dari virus COVID-19. Selain tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

 

Pengiriman vaksin AstraZeneca dai Jepang, di bandara Taoyuan, Taiwan, 8 Juli 2021. (REUTERS)
Pengiriman vaksin AstraZeneca dai Jepang, di bandara Taoyuan, Taiwan, 8 Juli 2021. (REUTERS)

 

"Kalau kita semua bisa tetap tinggal di rumah dalam beberapa pekan mendatang, kita bisa menekan tingkat penularan yang terjadi seperti sekarang ini. Ini penting. Itulah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi virus varian Delta," ujar Paranietharan.

Imbauan itu disampaikan Paranietharan di tengah lonjakan sangat tinggi kasus COVID-19 di Indonesia. Hari ini, terdapat 54.517 penderita baru COVID-19, naik dibanding kemarin sebanyak 47.899 orang. [fw/em]

Diterbitkan di Berita

okezone.com JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghormati lawan atau musuh negara dengan mengevakuasi jenazah dan diperlakukan dengan humanis.

Hal ini dibuktikan oleh aksi heroik prajurit TNI yang tergabung dalam Koospsgabsus Tricakti dengan melakukan evakuasi dua jenazah kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah.

Setelah berjibaku melewati lebatnya hutan dan merubah rencana evakuasi dengan membuat rakit menyusuri beberapa arus sungai deras dan rangkaian air terjun di sekitar Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi, Tim Evakuasi Koopsgabsus Tricakti pada pukul 14.30 WITA akhirnya berhasil membawa jenazah dua teroris Poso keluar dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (14/7/2021).

Tim evakuasi di lapangan yang dipimpin langsung Wapangkoopsgabsus Brigjen TNI Rafael Granada Baay menyebutkan bahwa hari keempat evakuasi jenazah, tim di lapangan diberikan kelancaran.

“Tiga hari sebelumnya tim evakuasi menghadapi banyak rintangan alam, medan dan cuaca yang sering berubah-ubah mulai dari TKP dan di sepanjang rute evakuasi,” ujarnya.

Koopsgabsus TNI menurunkan 2 Tim Tricakti dan 1 Tim Chandraca, sejak hari Minggu 11 Juli 2021, terus berupaya mengevakuasi jenazah. Informasi di lapangan hari pertama, tim evakuasi hanya dapat bergerak sekitar 600 meter dari TKP menuju titik penjemputan landing zone darurat yang telah disiapkan.

“Kesulitan utama adalah beratnya medan karena vegetasi tumbuhan yang rapat serta banyaknya bebatuan besar di tebing sisi kiri dan kanan sungai, sehingga menyulitkan pasukan menembus rute yang dilewati,” kata Brigjen TNI Rafael.

Tim evakuasi hari kedua pada hari Senin pagi (12/7/2021) dari pukul 06:00 WITA kembali dilanjutkan setelah sempat istirahat tadi malam karena terkendala cuaca hujan deras dan tidak ada jalan sehingga harus merintis rute baru keluar TKP.

Hari ketiga evakuasi pada Selasa pagi 13 Juli 2021, pukul 07.00 WITA, tim evakuasi hampir berhasil mengangkat jenazah menggunakan Heli Caracal TNI AU, namun karena sempitnya medan serta lebatnya hutan menyulitkan manuver heli untuk hover, dengan aman, bila dipaksakan akan sangat beresiko untuk keamanan alutsista.

Brigjen TNI Rafael yang mengkoordinir pergerakan evakuasi siang ini, pukul 12:20 WITA di Poskout Tricakti, menginformasikan evakuasi yang melibatkan masyarakat kembali menemui kendala setelah sempat menggunakan rakit menyusuri sungai sepanjang hampir 500 meter dari posisi sebelumnya, ternyata di depan terdapat air terjun lebih 75 meter yang memaksa tim evakuasi menurunkan jenazah menggunakan tali. 

Rabu (14/7/2021), pukul 13:30 WITA, tim evakuasi berhasil menjangkau landing zone darurat yang aman untuk dilakukan pengangkatan jenazah menggunakah hoist dan basket stretcher dari pesawat Heli Super Puma dukungan operasi Koopsau II Makassar, yang diterbangkan oleh Pilot Mayor Pnb Budiyono dari Lanud Hasanudin Makassar.

Siang ini juga pukul 14:30 WITA, dua jenazah teroris Poso, segera diberangkatkan dari Mayonif 714/SM ke RS. Bhayangkara Polda Sulteng, langsung dipimpin Brigjen TNI Rafael.

Menurut Brigjen TNI Rafael keberhasilan evakuasi jenazah teroris Poso tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang telah mencurahkan semua tenaga dan pemikiran pasca penyergapan  serta penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

“Setelah melalui semua perjuangan berat tersebut kedua jenazah teroris berhasil di evakuasi, langsung diberangkatkan ke RS. Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilaksanakan autopsi dan identifikasi lebih lanjut oleh Tim Inafis Satgas Madago Raya,” katanya.

 

(aky)

Diterbitkan di Berita