Rus Akbar, Okezone PADANG - Petugas Polda Sumatera Barat (Sumbar) menangkap emak-emak yang mengomentari protokol kesehatan (prokes) di salah satu restoran di Kota Padang. Video emak-emak yang mengomentari prokes dan menyebut pemerintah zalim itu tersebar dan viral di media sosial (medsos).

Pembuat video tersebut telah diamankan Polda Sumbar pada Minggu malam (4/7). "Sudah diamankan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh petugas Ditreskrimsus Polda Sumbar," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu Setianto di Mapolda Sumbar, Senin (5/7/2021).

Ia menyebut, perempuan tersebut berinisial Y (54), warga Petamburan, Jakarta. Ia diamankan polisi di Kota Padang.

"Pelaku penyebaran berita video tersebut diduga bermuatan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang mana di dalam video tersebut terlihat seorang wanita merekam situasi di salah satu restoran yang ada di Padang," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Arie Sulistyo Nugroho, menerangkan, terduga Y membagikan dan membuat postingan di grup Whatsapp "Sikumbang" berupa konten tersebut yang diunggah pada Jumat 2 Juli 2021 pukul 15.00 WIB.

Untuk modus dan kronologis kejadian, pelaku membuat postingan di grup Whatsapp berupa konten tersebut dengan caption seperti berikut :

"Padang kota bebas makan apa aja kita, gak ada yang di lockdown ga ada pembatasan, dan sekat-sekat, tuh liat tuh rame, ga ada, bebas semua ga ada jaga jarak padang aman tidak takut ama corona, corona takut ama kolor si nana.

Lihat saya lagi dipadang makan di restoran kampung sawah, bebek sawah rame ga ada jaga jarak, ada bebas kenapa kita d Jakarta kok pada panik semua udah jangan panik terus aja lawan pemerintahan zolim, ayo selamat makan rekan-rekan semua".

"Kita amankan dari terduga pelaku sebagai barang bukti yakni satu unit handphone merk Vivo 1918 warna Biru Dongker, satu simcard dan sebuah memory card merk 64GB warna hitam," ujar Kompol Arie.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus menyebut, kepada pelaku saat ini tidak dilakukan penahanan.

"Iya betul. Terduga diwajibkan untuk lapor ke Subdit V Ditreskrimsus Polda Sumbar setiap hari Senin dan Kamis untuk proses hukum masih berjalan," tuturnya.

(erh)
 
Diterbitkan di Berita

bensinkita.com Perhatian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, terhadap masyarakat ekonomi lemah di pedesaan cukup besar.

Buktinya, seorang ibu rumah tangga pedagang gas yang viral gara-gara mengangkut LPG dengan sepeda kayuh, juga ditemui Erick Thohir saat blusukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Tak hanya itu, kedatangan Erick Thohir menemui pedagang gas bernama Neni itu juga untuk menyerahkan bantuan outlet bright gas. Dengan adanya bantuan outlet bright gas tersebut, pendapatan Neni sebagai pedagang gas diharapkan bisa meningkat untuk menafkahi keluarganya.

Seperti diketahui, sosok Neni sebagai perempuan tangguh ini sempat jadi viral di media sosial setelah fotonya yang mengangkut empat tabung LPG 3 kilogram sekaligus diunggah di instagram oleh seorang warga.

Pada awalnya, Neni merupakan penjual minyak tanah. Ketika pemerintah melakukan konversi minyak tanah dengan LPG, Neni memilih ganti berjualan gas LPG. Karena itu, Neni sering mondar-mandir ke agen LPG untuk menukarkan tabung kosong dengan tabung berisi LPG 3 kilogram. 

Tanpa disadarinya, kegiatan sehari-hari Neni saat mengangkut tabung dengan sepeda kayuh ternyata difoto seorang warga dan diunggah ke media sosial hingga viral.

Tak diduga gara-gara fotonya viral, Neni justru bisa mendapat bantuan outlet bright gas  dari Pertamina yang diserahkan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Pertamina dan Pak Menteri atas bantuannya ini. Selain itu saya terima kasih kepada yang memviralkan saya, sehingga saya bisa mendapat kesempatan ini, Alhamdulillah,” ujar Neni.

 

 

Menurut Neni, fotonya yang sempat viral di media sosial adalah kegaiatanya sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan LPG 3 kilogram untuk masyarakat sekitar teempat tinggalnya.

Saat difoto, Neni mampu mengangkut empat tabung LPG sekaligus dengan sebuah sepeda. Sedang  anaknya juga bisa mengangkut 4 tabung sekaligus.

“Dari agen, saya langsung antarkan ke pelanggan. Kalau dekat saya yang antar pakai sepeda, kalau agak jauh anak saya yang antar. Alhamdulillah ada sedikit-sedikit keuntungan saya kumpulkan untuk beli tabung lagi,” ujar Neni.

 

 

Seperti diketahui, selama menjabat Menteri BUMN, Erick Thohir kerap blusukan ke berbagai daerah dan berdialog dengan para pedagang kecil. Erick Thohir berharap, BUMN ikut mendorong pelaku usaha kecil bisa naik kelas guna mengurangi disparitas dan terciptanya keseimbangan.

Melihat langsung bagaimana BUMN terus membantu rakyat kita yang perlu bantuan untuk sekedar menjalankan kehidupannya, BUMN hadir untuk mereka naik kelas tidak sekedar bertahan hidup.

Mari kita bangun ekonomi Indonesia yang seimbang dilandasi dengan akhlak,” kata Erick dalam akun media sosialnya.

Diterbitkan di Berita