Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Lembaga survei Development Technology Strategy (DTS) Indonesia merilis hasil survei terbarunya yang digelar minggu pertama hingga keempat Oktober 2021. Hasilnya, dalam survei capres, Ganjar masih di urutan teratas.

“Ada tiga nama capres yang secara konsisten memiliki rating tertinggi berdasarkan temuan survei, yaitu Ganjar Pranowo (31,57%), Prabowo Subianto (28,10%), dan Anies Baswedan (24,58%),” kata Direktur Eksekutif DTS Indonesia Ainul Huda, Minggu (14/11).

Selain itu, temuan lembaga survei yang berdiri tahun 2018 itu, terdapat beberapa calon alternatif seperti Ridwan Kamil, Erick Thohir, Sandiaga Uno dan AHY.

Meski ketiga kandidat selalu menempati urutan teratas dalam beberapa skenario yang disusun di survei (21 nama, 7 nama, 3 nama), dinamika dan perubahan distribusi pemilih masih terjadi.

“Dengan kata lain, belum ada kandidat yang secara konsisten lebih superior dibanding lainnya. Dalam skenario tiga nama capres, jika Prabowo tidak mencalonkan diri dan digantikan oleh figur lain, maka persaingan akan lebih ketat,” urai Huda. 

Dalam sejumlah simulasi, jika tiga capres itu adalah Ganjar, Anies dan Ridwan Kamil, maka selisih rating Ganjar dan Anies akan tipis. “Komposisinya Ganjar (33,33%), Anies (32,70%), dan Ridwan Kamil (13,49%). Pendukung Prabowo sebagian besar akan berpindah dukungan ke Anies,” beber Huda.

Simulasi lainnya, jika tiga nama capres itu Anies, Ganjar dan Erick Thohir, maka Anies akan mengungguli Ganjar, dengan komposisi Anies (38,51%), Ganjar (34,31%) dan Erick (4,59%). Sebagian besar pendukung Prabowo berpindah ke Anies.

“Jika tiga pasangan capres itu Prabowo, Anies dan Erick Thohir, Prabowo sedikit unggul dari Anies, dengan komposisi Prabowo (34,85%), Anies (33,09%) dan Erick (10,41%). Pendukung Ganjar akan berpindah ke Prabowo dan sebagian kecil ke Erick,” tandas Huda.

 

Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/survei-dts-elektabilitas-ganjar-31-57-prabowo-28-10-anies-24-58-1wuwZsUCysq/full

 

 

 
Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Development Technology Strategy (DTS) Indonesia melakukan survei terkait terkait wacana Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan kembali maju menjadi presiden 3 periode.

Direktur Eksekutif DTS Ainul Huda menyatakan, 59,4 persen responden menyatakan tidak setuju dengan hal tersebut. "Sebanyak 53,3 persen warga desa juga menyatakan tidak setuju. Lalu masyarakat kota sebanyak 63,9 persen juga tidak setuju jika Jokowi 3 periode," ujar Ainul dalam keterangan pers, Minggu (14/11/2021).

Kendati begitu, 61,8 persen responden mengaku puas dengan kinerja Jokowi. Lalu 63,6 persen warga desa dan 60,4 persen persen warga kota juga mengaku puas dengan kinerja mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Masyarakat Jawa juga menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi 64,3 persen. Sementara warga luar Jawa sebesar 58,2 persen," ucap Ainul.

 

Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf

 

Sementara itu, Ainul menyatakan, 46 persen masyarakat mengaku puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Sebanyak 49,4 persen masyarakat desa dan 49,4 persen masyarakat kota mengaku puas dengan kinerja presiden dan wakil presiden. "Untuk wilayah Jawa menyatakan puas 47,9 persen dan luar Jawa sebesar 43,6 persen," jelas Ainul.

Survei tersebut dilakukan di 29 provinsi dengan 2.046 responden pada minggu pertama hingga pekan ketiga Oktober 2021.

Metode survei yang digunakan yaitu sampling acak bertingkat atau multistage random sampling.

 

Sorotan 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

 
Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/4710683/survei-dts-594-persen-masyarakat-tak-setuju-jokowi-3-periode
 
Diterbitkan di Berita