okezone.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang telah mengakui penyebaran Covid-19 di udara. Pasalnya, partikel virus tetap tersuspensi di udara atau bergerak lebih jauh dari satu meter ketika keluar dari seseorang.

Prof Nancy Baxter, kepala sekolah populasi dan kesehatan global dari Universitas Melbourne, mengatakan kontak sekilas adalah deskripsi akurat untuk menggarisbawahi sifat virus yang bisa berada di udara.

“Penyebarannya lebih mungkin terjadi jika Anda berada dekat dengan orang tersebut yang terinfeksi, (tetapi) masih ada potensi partikel virus berada di udara, dan terhirup oleh seseorang yang lewat,” katanya seperti dilansir dari Guardian.

Studi laboratorium telah menemukan partikel virus dapat bertahan di udara dalam bentuk aerosol hingga 16 jam.

Prof Raina Macintyre, kepala program penelitian biosekuriti di Institut Kirby Universitas New South Wales mengatakan, penularan melalui udara dalam ruangan bisa terjadi bahkan tanpa adanya kontak sekilas.

“Aerosol pernapasan terakumulasi dengan cara yang sama seperti asap rokok terakumulasi,” katanya. “Di ruang dalam ruangan di mana ventilasi tidak memadai, seseorang dengan infeksi bisa datang dan pergi, tetapi virusnya masih berlama-lama di udara.

Jadi jika Anda berjalan melalui area itu dan menghirup udara itu, Anda bisa terinfeksi,” tambah dia.

Diterbitkan di Berita