Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kembali safari dialog virtual dengan berbagai elemen. Hari ini, Sabtu (31/7), Menko Polhukam berbincang membahas penanganan pandemi Covid-19 dengan alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pimpinan ormas lintas agama, dan Forkopimda se-Jawa Tengah (Jateng).

Hadir dalam dialog virtual ini jajaran dari BNPB, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kakanwil Kemenag Jateng, dan puluhan perwakilan ormas keagamaan di Jateng.

Mahfud MD lebih banyak mendengar masukan dan saran dari berbagai tokoh agama dan masyarakat dalam dialog ini.

Masukan muncul beragam, mulai soal vaksinasi Covid-19, penyaluran bantuan sosial (Bansos), masyarakat yang masih abai protokol kesehatan, hingga hoaks yang beredar di media sosial yang makin menyusahkan penanganan Covid-19.

Perwakilan Pengurus Fatayat Jepara, Nanik misalnya, dia mengeluhkan, penyaluran bantuan sosial yang rumit. Tetutama bagi masyarakat yang sudah sepuh dan di pelosok desa yang susah sekali dapat bansos karena administrasi.

“Apakah tertib administratifnya agar dihilangkan dulu. Supaya terakses sampai ke bawah. Apalagi yang di desa, di pelosok. Selain itu, hoaks di media sosial ini meresahkan. Menghancurkan pekerjaan kita semua di lapangan,” kata Nanik.

Serupa, perwakilan PWNU Jateng Musahadi mengingatkan, pandemi ini akan lebih mudah jika ditangani bersama. Masalahnya, musuh saat pandemi tak hanya Covid-19. Tetapi juga kelompok masyarakat yang tidak percaya Corona, dan menebarkan ketidakpercayaannya kepada publik.

“Kita medan pertempurannya dan perang wacananya di media sosial. Hoaks soal Corona ini amat berpengaruh terhadap cara pikir masyarakat, apalagi di desa yang jauh dari sumber informasi. Pemerintah saya kira kurang perhatian dengan hoaks, provokasi di media sosial yang amat merusak ini,” kata dia.

Dikatakannya, masyarakat yang diprovokasi biasanya kelompok yang kurang beruntung saat PPKM berlangsung. Karenanya, harus ada pendekatan budaya kepada kelompok masyarakat ini. Jangan melulu memakai pendekatan hukum. Pendekatan personal perlu kepada orang yang kena pengaruh hoaks.

“Soal Bansos, problem formal yang bikin tidak tersalurkan harus diurai. Ajak tokoh masyarakat dan agama menyalurkan. Agar ada trust. Agar administrasi tetap bisa dilakukan tanpa melanggar,” saran dia.

Mursidi perwakilan dari FKUB Wonogiri mengamini, hoaks di medsos berhasil mematahkan kampanye pemerintah. “Tolong ini diberantas. Kita mati-matian sebarkan info yang benar, sirna karena informasi hoaks di medsos. Surat edaran tidak sampai ke bawah.

Seperti prokes tempat ibadah, masih massif yang melanggar karena hoaks ini,” keluhnya. Sedangkan dari PC Muslimmat NU Sukoharjo Hafidah ingih Pemda merangkul tempat ibadah yang gencar meng-counter instruksi pemerintah.

“Di wilayah saya ada, sangat meresahkan. Ini perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Rangkul mereka, yang enggan prokes di masjid, di pengajiannya, dengan pendekatan yang pas. Turun langsung atasi ini. Kalau yang bilang kami, ada sekat. Kalau aparat, pasti bisa deh,” yakinnya.

Sementara perwakilan ormas lainnya mengungkapkan, telah membantu Pemda dalam penanganan Covid-19. Seperti Tri Wahono dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Jateng.

Dia menyatakan, Pura di Jateng sudah ditutup. Kegiatan doa bersama dilakukan di rumah masing-masing. Romo Parso Subroto dari Gereja Salatiga, juga turut melayani vaksinasi untuk warga.

Sementara PW Muhammadiyah juga telah mengerahkan Covid-19 Command Centre dan jajarannya untuk membantu masyarakat.

Sedangkan Moh Jazuli dari Pesantren Pancasila Sakti Klaten, ingin kerja kolosal dilakukan kongkret dengan melibatkan berbagai komunitas secara maksimal dan konsisten. Akses informasi dan koordinasi juga mestinya dipermudah.

Menanggapi berbagai keluhan dan masukan ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta warganya melapor jika ada individu atau kelompok masyarakat yang menyebarkan hoaks atau mengajak melanggar aturan. Namun, Ganjar juga meminta dukungan saat dia bertindak tegas.

“Saya online tetus. Saya akan ambil tindakan tegas. Saya ingatkan yang di Sukoharjo, ayo ditutup. Laporkan ke saya. Bapak Ibu, kalau ada tindakan tegas, saya minta dukungan. Saya sudah mendekati satu persatu ulama yang provokatif. Saya telfon ulama yang lagi ngaji untuk stop. Saya ambil risiko loh. Bisa digoreng secara agama,” kata Ganjar.

Dia pun mengingatkan, pandemi ini bisa kelar jika ada kerja bersama seluruh elemen.

“Bangun kelompok dan komunitas. Sepeti Covid Ranger di Rembang, mereka punya data dan bantuin orang yang lagi isoman. Ada komunitas yang khusus beli produk UMKM. Daripada demo di jalanan, mending bantu UMKM. Kalau nunggu pemerintah, nggak akan bisa. Harus bareng-bareng,” ucapnya.

Selain itu, pejabat juga harus memberi contoh. Pemprov Jateng telah mencontohkan memproses para pejabat melanggar prokes dan aturan hingga pengadilan. Soal bansos, kata Ganjar, peran Baznaz dan CSR diperlukan di luar bantuan resmi pemerintah pusat dan daerah.

Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD mengingatkan pentingnya kolaborasi dan kerja kolektif berdasarkan kesadaran bersama. Tidak hanya mengandalkan pemerintah, tidak juga mengandalkan ormas keagamaan, dan berbagai kekuatan masyarakat yang dibiarkan bekerja sendiri.

“Kita perlu dukungan dan perantara alim ulama, pengasuh ponpes, pimpinan agama, untuk mendukung peningkatan implementasi kesehatan dan percepatan vaksinasi pada masyarakat. Mari kolaborasinya diperkuat,” ajaknya.

Soal hoaks di media sosial, Mahfud menyatakan, aparat akan tegas namun tetap berhati-hati.

“Kita sudah punya UU ITE. Tapi memang dilema, kalau dilaporkan, nanti dibilang antidemokrasi. Sehingga lalu Presiden mengatakan, jangan sembarang menindak di medsos saat menggunakan pasal UU ITE. Harus selektif, jangan sampai orang nggak salah jadi korban. Selain itu, kita kedepankan restorative justice dan humanis,” terangnya. (INI)

Diterbitkan di Berita

BANDUNG, itb.ac.id—Nama Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali harum. Tiga Mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika, yang tergabung dalam Tim Odading, berhasil meraih gelar juara satu dalam acara InaRISK Hackathon Fest 2021 pada Senin (5/7/2021).

Tim Odading mendapat penghargaan pada kategori digital solution untuk pembuatan augmented reality (AR). Tim ini terdiri atas Lukman Fadlansyah R., Teresa Amalia Purba, dan Zola Saputra. Ketiganya merupakan mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2018.

Tim Odading mengikuti InaRISK Hackathon Fest pada 25—28 Juni lalu. Semua bermula saat Zola mendapat kabar tentang lomba itu dari dosennya. Dia mendapat informasi bahwa topik lomba berkaitan dengan AR. Zola antusias mengikutinya karena punya pengalaman membuat AR bersama Lukman saat magang.

Saat itu, mereka mengerjakan AR dalam bentuk sederhana. Mereka lalu membentuk kembali Tim Odading bersama Teresa. Sebelumnya, tim ini pernah ikut lomba dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

Dalam acara InaRISK Hackathon Fest, Tim Odading menawarkan solusi digital yang disebut Augmented Reality for Tsunami Mitigation (AURIGA). Pembuatan AR untuk mitigasi tsunami ini berasal dari ide yang mereka dapat saat mengikuti lomba sebelumnya. Selain itu, Lukman dan Zola juga telah melakukan riset dan analisis awal mengenai topik ini saat magang. Mereka juga mendapat bantuan data tsunami di Pangandaran dari Dr.rer.nat. Wiwin Windupranata, S.T., M.Si. selaku dosen pembimbing.

Ilmu hidrografi yang mereka dapat membuat mereka semakin antusias untuk mengangkat ide ini. Mengenai programnya, mereka terinspirasi dari tugas akhir kakak tingkat mereka di Prodi Teknik Geodesi dan Geomatika.

AURIGA ini dapat menampilkan rute evakuasi, titik shelter, serta potensi bahaya tsunami ketika aplikasinya dioperasikan. “Konsep AR pada AURIGA ini mirip seperti game Pokemon Go yang ada animasi dan dunia nyatanya, tapi pada AURIGA ini bentuknya sederhana seperti garis untuk jalanan, panah penunjuk rute, dan kotak-kotak penunjuk bangunan,” jelas Zola saat diwawancarai pada Sabtu (10/07/2021).

Dalam proses pembuatan AURIGA, Tim Odading mengalami banyak kesulitan. Tere sapaan akrab Teresa mengakui, ilmu pemrograman mereka belum cukup advance ketika mengerjakan prototipe, sehingga membuat mereka kesulitan untuk menyusun flow chart serta algoritma AURIGA.

Oleh karena itu, mereka belajar dari teman-teman yang memiliki kapabilitas di bidang IT. Dalam prosesnya, banyak sekali eror pada programnya. “Pokoknya asal programnya udah bisa berjalan, Puji Tuhan banget, deh,” tutur Tere.

Ketiga mahasiswa berprestasi ini juga sempat pesimistis saat mengerjakan prototipe. Apalagi kompetitor pada lomba ini berasal dari mahasiswa S2 bahkan S3. Jadi, agar tidak merasa sia-sia, mereka memfokuskan usaha untuk membuat infografis agar tetap membawa gelar meski kalah di kategori AR.

Kendati begitu, saat pengumuman, mereka ternyata keluar sebagai pemenang. Tim Odading mengaku bahagia sekaligus terkejut dan bingung karena tidak pernah membayangkan bisa menang. Mereka juga khawatir hal ini akan meningkatkan ekspektasi dosen terhadap proyek mereka, terutama saat dikembangkan dan diintegrasikan pada aplikasi web InaRISK. Namun, mereka akan bersiap untuk menghadapinya.

Pada akhir obrolan, Tim Odading berpesan kepada mahasiswa lainnya, terkhusus mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika, agar tetap tegar dalam segala situasi yang sulit. “Meski banyak hal menyulitkan segala macam, pasti ada jalan keluar,” kata Zola.

Di sisi lain, Lukman mengajak mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika agar banyak mengeksplorasi hal di luar akademik saat berada dalam keadaan sulit seperti pandemi saat ini dan memperluas relasi dari teman berbagai jurusan. Sementara itu, seperti menegaskan dua pesan dari Zola dan Lukman, Tere berpesan, “If we never try, we will never know,” yang artinya ‘jika tidak mencoba kita tidak akan pernah tahu’.

Reporter: Kevin Agriva Ginting (Teknik Geodesi dan Geomatika 2020)

Diterbitkan di Berita
 

Suara.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kesiapan rumah susun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021) malam. Kedatangan Jokowi ke Rusun Pasar Rumput tersebut karena memang akan digunakan untuk tempat isolasi pasien Covid-19.

"Malam hari ini saya sengaja dengan Menteri PUPR dan juga Kepala BNPB datang langsung untuk mengecek kesiapan Rusun Pasar Rumput dalam rangka kegunaannya untuk isolasi pasien pasien yang bergejala ringan dan OTG," ujar Jokowi di Rusun Pasar Rumput.

Mantan Gubernur DKI itu menuturkan sebanyak 2.060  tempat tidur yang ada di Tower 1 sudah siap dipakai Selain itu, kata Jokowi ada sebanyak 5.950 tempat tidur di Tower 2 dan Tower 3 yang juga sudah siap dipakai untuk menampung pasien Covid.

"Tower 2 dan tower 3 sebanyak 5.950 akan siap dalam dua tiga hari ini," ucap dia. 

Kepala Negara menyebut kesiapan tempat tidur di Rusun Pasar Rumput dilakukan pemerintah jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. "Kami harapkan dengan persiapan-persiapan seperti ini, kalau memang terjadi lonjakan kami sudah ada kesiapan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta seluruh kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan memantau kesiapan baik obat-obatan, fasilitas kesehatan, maupun tabung oksigen.

"Semuanya untuk terus turun ke bawah mengecek lapangan, mengontrol kesiapan kesiapan. Baik untuk obat-obatan baik itu alat-alat kesehatan baik itu tabung tabung oksigen dan juga tempat-tempat persiapkan," ujar Jokowi. 

Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tenaga kesehatan dan seluruh relawan yang telah bekerja dalam menangani Covid-19.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dokter para tenaga kesehatan dan seluruh relawan-relawan yang telah bekerja pagi siang dan malam dalam rangka menangani pandemi Covid-19," katanya.

Dalam peninjauannya,  Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala BNPB Ganip Warsito. 

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggenjot persiapan Rumah Susun (rusun) Pasar Rumput, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Letkol TNI M Arifin selaku Komandan Lapangan RS Wisma Atlet mengatakan, pihaknya menargetkan agar persiapan Rusun Pasar Rumput dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Hal itu dilakukan terkait penambahan kasus aktif Covid-19 di wilayah DKI Jakarta yang meningkat signifikan.

"Paling lama satu minggu harus sudah beroperasi. Karena urgent," kata Arifin, Sabtu (3/7).

Hingga Sabtu (3/7), Kedeputian Logistik dan Peralatan BNPB mengirimkan sejumlah peralatan pendukung penanganan pandemi Covid-19, mencakup 375 unit ranjang, 2 ribu bantal, 786 kasur, 130 sprei, 130 sarung bantal dan 150 kasur dari dunia usaha.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekalis Kepala BNPB Ganip Warsito mengatakan, beberapa peralatan lainnya akan dikirimkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana Rusun Pasar Rumput, sesuai standar yang telah ditetapkan untuk isolasi mandiri terpusat.

"Gantungan baju, handuk, gayung, ember, lemari pakaian harus disiapkan juga," tutur Ganip. Di Rusun Pasar Rumput, kapasitas yang tersedia untuk tempat isolasi sementara sebanyak 698 hunian, masing-masing akan diisi tiga tempat tidur.

Tak sendiri, dalam upaya persiapan ini BNPB dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Pasar Jaya DKI Jakarta, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

(rea)

Diterbitkan di Berita

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan di Jakarta, mengatakan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga Minggu siang.

"Hingga Minggu siang ini (4 April 2021) pukul 11.45 WIB, BNPB mendapatkan informasi dari BPBD Flores Timur perkembangan terkini pascabanjir bandang. BPBD setempat yang melaporkan korban meninggal sudah sebanyak 23 jiwa," kata Raditya, dikutip Tagar pada Minggu, 4 April 2021.

Raditya menuturkan bahwa saat ini masih ada dua orang korban yang masih dalam pencarian dan diduga hilang akibat bencana tersebut. Banjir juga mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka

Menurut laporan BPBD Kabupaten Flores Timur, ada sebanyak 49 kepala keluarga (KK) terdampak bencana. Sedikitnya 20 korban meninggal dan lima orang luka teridentifikasi di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng.

Tiga korban meninggal lainnya yang berhasil ditemukan di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado. Sementara di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, dua warganya masih dilaporkan hilang. Sebanyak empat warga luka-luka telah dirawat di puskesmas setempat.

Dilaporkan juga bahwa kondisi di lapangan saat ini hujan masih berlangsung disertai angin kencang. []

Diterbitkan di Berita