JAKARTAKOMPAS.TV- Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi  pembekalan bagi penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, beasiswa LPDP berasal dari uang negara yang didapat melalui penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sehingga, ia berpesan agar para penerima beasiswa LPDP dapat berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam memajukan Indonesia. 

"Kalian berutang kepada negara. Utang tidak selalu dibayar melalui uang. Utang bisa dibayar dari prestasi, reputasi dan kontribusi terhadap Republik Indonesia,” kata Sri Mulyani dikutip dari Antara, Kamis (30/9/2021).

Salah satu kontribusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengeluarkan Indonesia dari status middle income country menjadi high income country.

Menurut Bendahara Negara, selama ini pemerintah berupaya mengeluarkan Indonesia dari middle income trap dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui reformasi pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan.

Saat ini, mayoritas anak Indonesia masih mengalami stunting serta hanya lulusan sekolah dasar dan menengah sedangkan yang memiliki kesempatan hingga perguruan tinggi hanya 8,5 persen.

“That is that small, sangat kecil. Mereformasi pendidikan, kesehatan dan jaring pengaman sosial adalah cara untuk memotong tali kemiskinan,” ujar Sri Mulyani.

Awalnya, LPDP hanya untuk memberikan beasiswa yang mayoritas untuk ke perguruan tinggi di luar negeri. Sedangkan perguruan tinggi dalam negeri dikelola oleh Kemendikbudristek.

“Sekarang bahkan sudah diperluas untuk penelitian termasuk dalam rangka COVID-19 untuk mendapat vaksin dan program Merdeka Belajar,” tutur Sri Mulyani.

Anggaran yang digunakan untuk memberikan beasiswa LPDP berada di dalam dana abadi pendidikan, yang kini mencapai Rp81,7 triliun.

“Saat ini kita memiliki Rp81,7 triliun. Jika ditambah dari anggaran penelitian, perguruan tinggi dan dana abadi kebudayaan total anggaran itu sudah mencapai Rp90 triliun,” tambahnya.

Penulis : Dina Karina

Diterbitkan di Berita

RMI PBNU Luncurkan Beasiswa LPDP Santri

Jumat, 17 September 2021 08:50

Jakarta, NU Online  Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) meluncurkan program Asistensi Beasiswa LPDP Santri 2021, Kamis, (16/9). Acara dilaksanakan secara daring dan disiarkan langsung TVNU.  

Dalam Beasiswa LPDP ini, RMI PBNU menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengakomodasi insan-insan pesantren agar bisa melanjutkan pendidikan formal di sejumlah universitas, baik dalam negeri maupun luar negeri.   

Ketua RMI PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozin berharap semua civitas pesantren, baik para pendidik maupun santri bisa mengambil kesempatan beasiswa kegiatan tersebut.

Pasalnya, program ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar dan santri di pesantren khususnya yang berada di bawah naungan RMINU.  

"Program Beasiswa Asistensi Santri 2021 ini menjadi peluang besar untuk santri diterima beasiswa LPDP, santri perlu diberikan pendidikan yang baik dengan diberikan beasiswa LPDP," ujarnya.

Ia menambahkan, beasiswa Asistensi Santri 2021 saat ini dibuka untuk para santri yang ingin melanjutkan S2 ke luar negeri. Lebih lanjut, Wakil RMI PBNU Saeful Umam mengatakan, kesempatan baik ini harus diperhatikan betul oleh para santri.

Mereka yang berminat, hendaknya mulai memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan. Guna mempermudah kelolosan santri dalam program ini, RMI PBNU berupaya memfasilitasi les bahasa dan bimbingan menulis.

Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP RI 2021 Dwi Larso memastikan beasiswa LPDP ini sudah mendapatkan izin dari Kementrian Agama RI. Ada ratusan universitas yang tersebar di Eropa, Amerika, Asia, dan Afrika yang nanti akan mewadahi para santri.

"Beasiswa santri tentu harus mendapatkan izin dari Kementrian Agama untuk kita jalani lagi, kita akan lakukan rekrutmen tahun ini, khusus untuk santri yang ingin berkuliah ke luar negeri ada sekitar 150 universitas ternama" ujarnya.

Pendaftaran dimulai Oktober. Dan proses seleksi berlangsung di bulan November. Lalu, para penerima beasiswa yang lolos akan berangkat ke luar negeri awal tahun 2022 mendatang.

Tahapan beasiswa LPDP meliputi seleksi administrasi, seleksi substansi akademik, tes bakat skolastik (TBS), seleksi substansi kebangsaan, dan seleksi wawancara.

"Santri harus mempersiapkan softskill bahasa dan kemampuan akademik, tentu kita akan memfasilitasi itu bagi yang layak menerima beasiswa," jelasnya.

Kontributor: Joko Susanto Editor: Syamsul Arifin

Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Padjadjaran atau Unpad membuka kesempatan bagi calon mahasiswa jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor untuk mendaftar skema beasiswa dari program Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau  Kemendikbud-Ristek RI.

Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Unpad Mohamad Fahmi memaparkan, ada tiga jenis program Beasiswa Pendidikan Indonesia yang dibuka di Unpad.

Tiga program tersebut yakni Beasiswa Prestasi Talenta khusus Sarjana, Beasiswa Pendidikan Dosen Perguruan Tinggi Akademik, serta Beasiswa Pascasarjana untuk Seniman.

“Melalui tiga beasiswa ini membuka peluang bagi lapisan masyarakat yang sulit mengakses pendidikan tinggi untuk bisa berkuliah,” kata Fahmi, pada Jumat 4 Juni 2021.

Untuk Beasiswa Prestasi Talenta Sarjana diperuntukan bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Sarjana.

Adapun syaratnya, calon penerima beasiswa merupakan peserta didik yang memiliki prestasi di bidang riset, teknologi, dan seni budaya, baik di level nasional maupun internasional.

Sementara untuk Beasiswa Pendidikan Dosen Perguruan Tinggi Akademik diperuntukan bagi dosen tetap suatu perguruan tinggi akademik yang ingin melanjutkan studi ke program Magister atau Doktor.

Adapun Beasiswa Pelaku Budaya merupakan program beasiswa  untuk jenjang Magister dan Doktor yang khusus diperuntukan bagi seniman atau pelaku budaya di Indonesia.

Beasiswa Pelaku Budaya diperuntukuan untuk program sosiohumaniora. Program beasiswa ini terbuka di dua fakultas Unpad, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta pada Fakultas Ilmu Budaya.

Pendaftaran BPI dibuka pada tanggal 2 Mei hingga 30 Juni 2021 mendatang. Dalam proses pendaftaran PBI Unpad, calon peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara reguler di laman Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran atau SMUP.

Cara tersebut dapat dilakukan baik untuk program Sarjana maupun Pascasarjana.

Terkhusus untuk Program Sarjana, calon peserta dapat mendaftar melalui jalur prestasi. Persyaratan pendaftaran mengikuti persyaratan pendaftaran yang ditetapkan pada laman http://smup.unpad.ac.id/sarjana-jalur-prestasi/

Selanjutnya, kata Fahmi, Unpad akan melakukan seleksi internal. Seleksi internal dilakukan untuk mengeluarkan Letter of Acceptance (LoA) sebagai syarat utama untuk mendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia. 

Informasi mengenai teknis pendaftaran bisa dilihat di laman SMUP Unpad serta  laman Beasiswa Pendidikan Indonesia.

WILDA HASANAH

Diterbitkan di Berita