alinea.id Densus 88 Antiteror akhirnya menangkap terduga teroris AS pada pukul 21.30 tadi malam (5/7) di Kampung Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, dia ditangkap oleh tim gabungan Reserse Kriminal dan Intel Polda Bangka Belitung. Kemudian, dibawa ke Polda Bangka Belitung (Babel) untuk pemeriksaan lanjutan.

"Tersangka teroris yang melarikan diri berhasil ditangkap kembali okeh Densus 88 Antiteror," katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (6/7).

Menurut Ramadhan, Densus 88 Antiteror turut menangkap dua orang yang membantu pelarian terduga teroris AS. Kendati demikian, tidak disebutkan apa hubungan keduanya dengan AS. 

"Iya sekaligus ditangkap dua orang yang ikut menyembunyikannya. Dibawa ke Polda Babel," ucap Ramadhan.

Untuk diketahui, terduga teroris AS melarikan diri saat diberikan waktu istirahat dalam proses introgasi. Dia saat itu diborgol kaki dan tangannya oleh penyidik.

Terduga teroris AS melarikan diri dalam melalui jendela. Terakhir dia menggunkan kaos berwarna abu-abu dengan rambut panjang, kulit sawo matang, dan memiliki beberapa tahi lalat di wajahnya.

Diterbitkan di Berita
Deni Wahyono - detikNews Bangka Belitung - Terduga teroris berinisial AS (44) kabur dari ruang pemeriksaan Polda Bangka Belitung (Babel). Dia diduga kabur saat jeda pemeriksaan.

Berdasarkan foto yang dilihat detikcom, Jumat (2/7/2021), AS terlihat berambut gondrong dan menggunakan kaos abu-abu lengan pendek. Dia diduga kabur dengan melepaskan borgol dari tangan serta rantai yang mengikat kakinya.

AS diduga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia ditangkap di Babel usai dua terduga teroris DS dan SY tertangkap lebih dulu di Jakarta.

AS diduga melarikan diri saat berada di ruang pemeriksaan Polda Babel pada Kamis (1/7) dini hari. Kapolda Bangka Belitung, Irjen Anang Syarif Hidayat, membenarkan terduga teroris jaringan JAD, AS, melarikan diri dan masih dalam pengejaran.

"Ya betul, memang kemarin pada waktu pemeriksaan ini yang bersangkutan melarikan diri dan saat ini dalam pengejaran sekaligus kita pengembangan, karena kan kerja teroris, kerja orang-orang seperti ini tidak kerja sendirian. Pasti ada juga orang-orang sekitarnya," jelas Irjen Anang Syarif Hidayat lewat keterangan dari Kabid Humas Polda Babel, Kombes Maladi, yang diterima detikcom.

 

Terduga teroris AS yang kabur dari kantor polisi
Terduga teroris AS yang kabur dari kantor polisi Foto: dok. Polisi

 

Dia mengatakan pihaknya meminta semua pihak memberi informasi jika melihat AS. Dia mengingatkan semua pihak jangan membantu atau melindungi AS.

"Masyarakat agar tetap tenang dan tidak melindungi karena akan dikenakan UU Teroris apabila melindungi, jika melihat ciri-ciri seperti foto tersebut agar melapor ke Kepolisian terdekat dan kepada rekan-rekan wartawan dapat melaporkannya ke Humas Polda," ucapnya.

"Intinya jangan melindungi, kalau melindungi dia sama dengan turut serta melindungi terorisme. Masyarkat tidak perlu khawatir kepada yang bersangkutan, cukup informasikan saja kita jamin situasi akan tetap kondusif," sambungnya.

CCTV juga sudah dicek dan diketahui yang bersangkutan melarikan diri sekitar pukul 03.00 WIB sesuai waktu di CCTV. AS disebut keluar melalui jendela dan kabur ke daerah belakang Polda.

(haf/haf)

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co Tiga terduga teroris, DS, SY, dan AS ditangkap Densus 88 Antiteror Polri. Penangkapan tersebut dilakukan di Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim); Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar); dan Bangka Belitung (Babel).

“Hari ini, Rabu, 30 Juni 2021, Densus 88 Antiteror Polri Satgas Wilayah DKI bekerja sama dengan Satgas Wilayah Babel telah melakukan penangkapan terhadap tiga orang diduga teroris namanya adalah DS, SY, dan AS,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, seperti dikutip dari detk.com, Rabu (30/6/2021).

Ramadhan mengungkapkan ketiganya diduga berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ketiganya ditangkap usai AS diduga mengirim paket senjata dari Babel ke Jakarta.

“Di mana perannya adalah menerima barang paket titipan dari saudara AS yang dikirim dari Provinsi Babel. Di mana setelah ditangkap Satgas Wilayah Densus 88 DKI, barang bukti yang diamankan adalah tiga pucuk senapan panjang dengan amunisi 120 butir, kemudian tiga pucuk senpi jenis revolver dengan amunisi 100 butir, juga ada dua pisau belati,” tuturnya.

“Hasil penyelidikan sementara bahwa kelompok ini adalah kelompok JAD,” sambung Ramadhan. Ramadhan mengatakan Densus masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelaku lainnya. DS dan SY yang ditangkap di Jakarta bakal dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Selanjutnya tentunya Densus teruskan penyelidikan lebih lanjut di mana pelaku-pelaku lain. (DS dan SY) akan dibawa ke Polda Metro Jaya,” tuturnya.

Diterbitkan di Berita