JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cendekiawan muslim, Ayang Utriza Yakin, melontarkan dua pertanyaan ke Hidayat Nur Wahid (HNW) soal isu PKI yang dikaitkan dengan Wakil Ketua Majelis Syura PKS itu. Dua pertanyaan itu disebut Ayang sebagai tabayyun agar tidak menimbulkan fitnah terhadap HNW.

"YM. Ustadz Dr. @hnurwahid: mohon izin tabayyun, agar tidak ada fitnah," tulis Ayang seperti dilihat netralnews.com, Senin (27/9/2021). Pertama, Ayang bertanya soal isu yang menyebut orangtua HNW adalah anggota Barisan Tani Indonesia (BTI) yang merupakan bagian organisasi PKI.

"Berita beredar bahwa orangtua Antum itu anggota BTI (Barisan Tani Indonesia), organisasi PKI. Benarkah?" cuit @Ayang_Utriza. Kedua, Ayang mengkonfirmasi ke HNW mengenai isu yang menyebut bahwa keluarga Presiden kedua Soeharto di Cendana mencairkan dana untuk menyebar isu tahunan mengenau bahaya PKI.

"Uang sudah cair dari Cendana- Soeharto-Orde-Baru-AS u/isu tahunan bahaya PKI. Benarkah Ustadz?," kata Ayang.

Adapun Ayang bertanya demikian dalam mengomentari cuitan Hidayat Nur Wahid yang menyebut bahwa seharusnya TVRI menyiarkan film Pengkhianatan G30S/PKI secara utuh agar memberikan pencerahan kepada rakyat dan menjaga ideologi Pancasila dari bahaya laten ideologi PKI.

Hingga berita ini diturunkan, Rabu (29/9/20021) pagi, cuitan Ayang Utriza itu belum direspon oleh Hidayat Nur Wahid. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

Akademisi NU Sebut SBY Maling Duit Negara

Sabtu, 14 Agustus 2021 21:37

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Akademisi muslim Nahdatul Ulama (NU) Ayang Utriza Yakin, menuding Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pelaku korupsi.

“Soeharto merampok duit rakyat NKRI: 35 milyar dolar AS! Maling duit rakyat terbesar dalam sejarah dunia! YM. para anak-cucu Soeharto: kapan Anda kembalikan harta jarahan rakyat NKRI?” kata Ayang di Twitter-nya, @Ayang_utriza, dikutip FIN, Sabtu (14/8).

Dia mengatakan bahwa dirinya ikut merasakan korban kekejaman rezim Soeharto dan SBY.

“Itu kenyataan? Motif saya? saya korban kekejaman dan korupsi Soeharto dan SBY! saya rakyat jelata, seperti kebanyakan orang!Kenapa pak? Anda rela duit rakyat NKRI dimaling dan dirampok Soeharto dan SBY?” ungkapnya.

Menanggapi itu, Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengatakan, tuduhan tersebut sangat serius dan tanpa dasar.

Rachland meminta Ayang Utriza membuktikan tuduhannya jika tidak akan dipolisikan.

“Wah tuduhan ini sangat serius. Saya kader Demokrat. Tapi saya akan objektif. Saya minta Anda buktikan bahwa SBY korupsi. Silahkan buka.

Beban pembuktian ada pada orang yang menuduh. Saya beri Anda 2 x 24 jam. Atau kami akan ambil langkah hukum,” ujar Rachland Nashidik.

Rachland bilang bahwa jika upaya hukum tidak dilanjuti sekarang, maka tunggu akan ada upaya hukum pada waktu-waktu akan datang jika rezim ini akan berakhir di 2024.

“Mungkin upaya hukum kami tidak akan ditindaklanjuti sekarang. Tapi kami orang yang sabar dalam mengejar kebenaran.

Rezim ini akan berakhir sebelum masa kadaluarsa pidana berakhir. Buktikan. Anda punya 2 x 24 jam” tuturnya.

Sementara itu, Ayang menjawab ancaman Rachland dengan santai.

Dia mempersilahkan Rachland mempolisikannya.

“Silahkan Pak Dachlan Nashidik laporkan saya ke DHumas Polri atas cuitan saya tentang praktik korupsi Bapak SBY di kasus Bank Century dan di kasus Hambalang. Saya tunggu laporannya,” tuturnya. (dal/fin).

Diterbitkan di Berita