sindonews.com JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dijadwalkan meresmikan rumah sakit (RS) ekstensi Asrama Haji, Pondok Gede , sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 .

Peresmian dilakukan pada Senin 19 Juli 2021 siang nanti. Tak hanya Erick Thohir, agenda tersebut juga dihadiri Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

"Acara peresmian RS Ekstensi Asrama Haji sebagai RS Rujukan Covid-19, yang akan dilakukan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas," demikian bunyi undangan Kementerian BUMN yang diterima MNC Portal Indonesia.

Sebelumnya pemerintah memastikan pengoptimalan Asrama Haji, Pondok Gede, sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Kapasitasnya juga akan ditambah, dari tiga menjadi lima gedung dengan daya tampung mencapai 988 pasien.

Awalnya, satu gedung di asrama haji pondok gede sudah dimanfaatkan RS untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

(akr)

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta bakal beroperasi sebagai rumah sakit (RS) penanganan Covid-19 mulai Sabtu, 10 Juli 2021. Terdapat delapan gedung yang bakal digunakan sebagai tempat perawatan pasien covid-19 sedang hingga berat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menerangkan bahwa untuk mendapatkan perawatan di RS Asrama Haji Pondok Gede, pasien covid-19 terlebih dahulu harus mengisi aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional (Sisrutenas).

"Sisrutenas ini diisi oleh rumah sakit atau Puskesmas terdekat dari tempat tinggal pasien. Melalui aplikasi ini nanti akan ada rujukan dan bisa dilihat riwayat dari pasien sehingga ketika dirujuk kesini bisa mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata Abdul Kadir, di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (9/7/2021).

Ia menambahkan, pihaknya mengoptimalkan seluruh gedung di asrama haji ini untuk dapat melayani pasien Covid-19. Sementara, pengelolaan manajemen RS Asrama Haji merupakan extension (perpanjangan) dari beberapa rumah sakit.

Adapun rumah sakit yang terlibat dalam manajemen RS Asrama Haji, yaitu: RS Dharmais mengelola pelayanan di Gedung A, RS Harapan Kita mengelola Gedung B, RS Kota mengelola Gedung C, RS Marzoeki Mahdi Bogor mengelola Gedung H, serta RS Ibu dan Anak Bunda mengelola Gedung D5.

"Kita mengoptimalkan semua pelayanan seluruh gedung yang ada di asrama haji, menyiapkan tempat sebanyak-banyaknya, extension (perluasan) rumah sakit dibawah agar kita dapat memonitor secara langsung dan tentunya lebih terkoordinir," terangnya.

Selain sarana prasarana, dari pihak Kemenkes juga telah menyiapkan tenaga kesehatan (Nakes) untuk memberikan pelayanan di RS Asrama Haji Pondok Gede. Total ada350 nakes yang berasal dari seluruh daerah dengan 78 spesialis.

"Nakes yang kami siapkan merupakan tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya dan semua menginap di asrama haji," ujar Abdul Kadir.

Lima gedung yang disiapkan sebagai tempat perawatan pasien Covid 19 adalah gedung A, B, C, H, dan D5. Satu gedung yang sudah digunakan untuk perawatan intensif pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat adalah Gedung Arafah.

Sedang dua gedung yang akan digunakan sebagai akomodasi tenaga kesehatan adalah gedung D3 dan D4.

(kha)
Diterbitkan di Berita
 

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Rumah Sakit (RS) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur untuk penanganan COVID-19, sudah mulai dapat dioperasikan besok Sabtu, 10 Juli 2021.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi saat meninjau dan meresmikan RS Asrama Haji Pondok Gede bersama dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Jumat (9/7/2021).

"Saya tadi sudah cek ke dalam, peralatan rumah sakit, kemudian pergantian AC, kemudian pembangunan lift untuk para pasien, saya lihat semuanya dalam keadaan 99 persen siap," ujarnya.

"Sehingga, besok pagi, Rumah Sakit Wisma Haji ini sudah bisa dioperasionalkan," kata Jokowi dalam konferensi persnya, yang disiarkan dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Ajak Masyarakat Jadi Relawan

Pada kesempatan tersebut, Jokowi pun juga mengajak mahasiswa, pemuda-pemudi, ibu-ibu PKK, dan kader-kader Posyandu, untuk bersama-sama menjadi relawan dalam penanganan COVID-19.

"Dokter, tenaga kesehatan, ASN, TNI, dan Polri, sudah bekerja keras pagi siang malam sejak bulan Maret 2020 yang lalu sampai saat ini," kata mantan Wali Kota Solo itu.

"Akan lebih bagus lagi apabila ada tambahan relawan-relawan dari seluruh komponen masyarakat, sehingga penanganan COVID ini bisa kita tangani dengan sebaik-baiknya," imbuh Jokowi.

Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama akan menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, untuk dijadikan sebagai rumah sakit darurat sementara, dalam menangani pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

"Kami bersepakat, menjadikan Gedung Arafah yang selama ini digunakan oleh RS Haji untuk perawatan pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat, ditingkatkan sarana prasarananya agar bisa menjadi RS Darurat," ujar Sekjen Kemenag Nizar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Rencana menjadikan asrama haji Pondok Gede menjadi RS Darurat sementara merupakan hasil pembicaraan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri BUMN Erick Tohir beberapa waktu lalu.

Jajaran di Kemenag kemudian menindaklanjutinya dengan menggandeng Petra Medika, anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak pada layanan kesehatan untuk menyiapkan tenaga kesehatan dan segala fasilitas penanganan.

"Rencana, hari ini akan dilakukan survei lokasi dan diharapkan peralatan pemeriksaan kesehatan dari Perta Medika bisa segera dipasang," kata dia.

Menurut Nizar, dalam mengatasi lonjakan kasus COVID-19 serta RS yang sudah tak bisa menampung pasien lagi, dibutuhkan tempat baru yang dapat dijadikan ruang penanganan COVID-19.

Apabila membangun, tentu butuh waktu. Karenanya, kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan layanan di gedung Arafah asrama haji Pondok Gede sebagai RS darurat.

"Kebetulan, layout kamar dan struktur bangunan gedung Arafah menyerupai rumah sakit, sehingga diharapkan dapat memudahkan proses optimalisasi fungsinya sebagai RS darurat," kata dia.

Ia berharap keberadaan RS darurat di asrama haji Pondok Gede ini bisa ikut memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, utamanya bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

"Ini bagian kehadiran Kemenag dan komitmen BUMN dalam membantu masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan sebanyak 3.308 kamar dari 26 asrama haji di seluruh Indonesia siap digunakan sebagai ruang isolasi pasien COVID-19 menyusul melonjaknya angka penularan virus berbahaya tersebut.

"Ada sebanyak 3.308 kamar yang siap digunakan untuk pasien COVID-19. Kira-kira dapat menampung sebanyak 10 ribuan orang," kata dia.

Menurut dia, Kemenag hanya mampu menyiapkan kamar isolasi, sementara tim pendukung seperti tenaga medis, obat-obatan, dan makanan harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19, BNPB, Kodam, dan Dinas Kesehatan setempat.

"Sementara tenaga medis, obat-obatan, tenaga pengamanan dan konsumsi diserahkan kepada pemda dan dinas kesehatan masing-masing," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menyatakan asrama haji yang tersebar di seluruh Indonesia siap digunakan untuk menampung pasien COVID-19 dalam menjalani isolasi mandiri.

"Asrama haji pernah digunakan sebagai ruang isolasi COVID-19. Tahun ini, Menag Yaqut Cholil Qoumas sudah memberikan izin dan asrama haji siap kembali digunakan sebagai ruang isolasi COVID-19," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi dalam keterangan tertulisnya di jakarta, Senin.

Khoirizi mengatakan 27 dari 31 asrama haji milik Kemenag sudah siap digunakan untuk menampung pasien. Namun, empat asrama haji lainnya belum bisa digunakan dengan berbagai alasan, seperti Asrama Haji Pontianak, Mamuju, Jayapura, dan Sorong.

Menurutnya, koordinasi antara Kemenag dengan Satgas COVID-19 terkait penggunaan asrama haji sebagai ruang isolasi sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, pemanfaatan asrama haji sebagai ruang isolasi juga sudah dilakukan pada 2020.

Ia mencontohkan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, penyiapannya sudah dilakukan bersama dengan Satgas COVID-19 DKI Jakarta. Bahkan, kesiapannya juga sudah ditinjau oleh Sekda DKI dan Pangdam Jaya.

"Ada dua gedung di Asrama Haji Pondok Gede yang disiapkan sebagai ruang isolasi," ujar dia.

Demikian pula dengan UPT Asrama Haji Gorontalo, Kepala UPT sudah menggelar rapat dengan Satgas setempat agar bisa digunakan untuk menampung pasien COVID-19.

“Asrama Haji Gorontalo akan menjadi alternatif ketiga bila ruang isolasi pasien COVID-19 di tingkat provinsi sudah tidak memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak RS Haji Jakarta untuk memastikan ruang isolasi yang disiapkan sudah sesuai standar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, bahkan WHO.

"Setiap pasien menempati satu kamar, satu tempat tidur. Tidak boleh digabung. Ada juga standar pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan," ujarnya.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita