VOA Indonesia

Jeff Bezos dan rekan-rekan penerbangan luar angkasanya telah berhasil menjelajah tepian antariksa dan kembali ke bumi.

Pendiri perusahaan raksasa e-commerce Amazon berusia 57 tahun itu dan tiga rekan seperjalanannya terbang dengan roket New Shepard yang dibangun oleh perusahaan miliknya, Blue Origin, Selasa (20/7), tak lama setelah pukul 9 pagi waktu setempat.

New Shepard, sesuai nama astronot pertama Amerika Alan Shepard, diprogram untuk melakukan perjalanan tiga kali kecepatan suara sebelum kapsulnya memisahkan diri dari roket dan mengepung di atas Bumi selama tiga hingga empat menit.

 

Dari kiri ke kanan: Mark Bezos, Jeff Bezos, Oliver Daemen (18), Wally Funk (82).
Dari kiri ke kanan: Mark Bezos, Jeff Bezos, Oliver Daemen (18), Wally Funk (82).

 

 

Sewaktu kapsul itu lepas dari roket, Bezos dan tiga awaknya yang berada di dalamnya mengalami keadaan tanpa bobot. Kapsul yang sepenuhnya otomatis itu kemudian masuk kembali ke atmosfer dan melakukan pendaratan di dekat lokasi peluncuran, sementara roket melakukan pendaratan vertikal otomatis beberapa kilometer jauhnya.

 

Roket New Shepard Blue Origin diluncurkan membawa penumpang Jeff Bezos, pendiri Amazon dan perusahaan pariwisata ruang angkasa Blue Origin, saudara Mark Bezos, Oliver Daemen dan Wally Funk, dari pelabuhan antariksa di dekat Van Horn, Texas, Selasa, 20 Juli 2021. (AP)
Roket New Shepard Blue Origin diluncurkan membawa penumpang Jeff Bezos, pendiri Amazon dan perusahaan pariwisata ruang angkasa Blue Origin, saudara Mark Bezos, Oliver Daemen dan Wally Funk, dari pelabuhan antariksa di dekat Van Horn, Texas, Selasa, 20 Juli 2021. (AP)

 

Blue Origin didirikan pada tahun 2000 dengan tujuan menciptakan koloni luar angkasa permanen, tempat orang akan tinggal dan bekerja.

Saat kapsul melayang kembali ke Bumi dengan bantuan tiga parasut, Bezos memberi tahu pusat pengawas misi Blue Origin bahwa semua awak aman, sehat, dan terlihat gembira.

Para awak yang dimaksud termasuk saudara laki-laki Bezos, Mark, pilot Mary Wallace “Wally” Funk yang berusia 82 tahun, dan remaja Belanda Oliver Daemen berusia 18 tahun.

Funk dan Daemen menjadi orang tertua dan termuda yang pernah ke ruang angkasa.

 

Pengusaha miliarder Jeff Bezos dan penerbang wanita Wally Funk, keluar dari kapsul setelah penerbangan suborbital tanpa pilot pertama di dunia dengan roket New Shepard Blue Origin, mendarat di dekat Van Horn, Texas, AS, 20 Juli 2021. (REUTERS)
Pengusaha miliarder Jeff Bezos dan penerbang wanita Wally Funk, keluar dari kapsul setelah penerbangan suborbital tanpa pilot pertama di dunia dengan roket New Shepard Blue Origin, mendarat di dekat Van Horn, Texas, AS, 20 Juli 2021. (REUTERS)

 

"Semua awak sangat bahagia di sini," kata Bezos, dan beberapa menit kemudian menambahkan: "Hari terbaik saya. Sungguh luar biasa."

Ketika ditanya bagaimana kabarnya, Mark Bezos menjawab: "Saya sangat baik."

Setelah mendarat, para awak turun dan disambut oleh segerombolan keluarga dan teman, termasuk orang tua Bezos bersaudara, Jackie dan Mike; pacar Jeff Bezos, Lauren Sanchez; putranya, Preston; dan karyawan Blue Origin. Setelah berpelukan dan berbagi kegembiraan, para awak merayakannya dengan minum sampanye. [ab/uh]

 

Diterbitkan di Iptek

VOA Indonesia

NASA mengatakan pada hari Jumat (16/4) bahwa pihaknya telah memberikan kontrak senilai $ 2,9 miliar kepada SpaceX, perusahaan luar angkasa swasta milik pengusaha miliarder Elon Musk, untuk membangun pesawat antariksa untuk membawa astronot ke bulan pada awal 2024, mengalahkan Blue Origin milik Jeff Bezos dan kontraktor pertahanan Dynetics Inc.

Proposal yang diajukan oleh Musk, yang juga CEO Tesla Inc., itu mengalahkan proposal dari Bezos, pendiri Amazon.com Inc., yang bermitra dengan Lockheed Martin Corp., Northrop Grumman Corp. dan Draper. Bezos juga memiliki harian The Washington Post.

 

Badan antariksa AS itu mengumumkan kontrak untuk pendaratkan manusia secara komersial pertama itu – yang merupakan bagian dari program Artemis NASA – dalam sebuah konferensi video. NASA mengatakan wahana pendaratnya akan membawa dua astronot Amerika ke permukaan bulan.

“Kita harus menyelesaikan pendaratan berikutnya secepat mungkin,” kata Steve Jurczyk, pelaksana tugas administrator NASA. “Ini adalah waktu yang luar biasa untuk terlibat dalam eksplorasi manusia, bagi seluruh umat manusia.”

“Jika mereka mencapai tonggak sejarah mereka, kita memiliki kesempatan pada 2024,” tambah Jurczyk.

 

NASA mengatakan akan membutuhkan uji terbang ke bulan sebelum manusia melakukan penerbangan tersebut.

Pejabat NASA Mark Kirasich mengatakan bahwa badan tersebut berharap untuk melihat ketiga perusahaan yang bersaing untuk pendaratan awal di bulan ini trus berlomba untuk menyediakan transportasi ulang-alik ke bulan. [lt/pp]

Diterbitkan di Berita