BBC News Indonesia - Sebanyak delapan masjid di Pantai Gading, yang gaya bangunannya diyakini berasal dari Kekaisaran Mali tujuh abad yang lalu, telah mendapatkan status Warisan Dunia dari Unesco.

Bangunan-bangunan tersebut adalah "saksi yang sangat penting bagi perdagangan trans-Sahara" yang memfasilitasi penyebaran agama Islam dan budaya Islam, kata lembaga PBB urusan kebudayaan itu.

Bentuk masjid-masjid tersebut merupakan perpaduan dari gaya arsitektur Islam dan arsitektur lokal.

 

Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading.

Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading. SUMBER GAMBAR,CORBIS/GETTY IMAGES

 

Masjid-masjid yang terletak kota Tengréla, Kouto, Sorobango, Samatiguila, M'Bengué, Kong, dan Kaouara adalah yang terlestarikan dengan paling baik di antara 20 masjid besar yang tersisa di Pantai Gading, tempat ratusan masjid pernah berdiri pada awal abad ke-20, menurut Unesco.

🔴BREAKING!

Sudanese style mosques in northern #CotedIvoire🇨🇮recognized as @UNESCO #WorldHeritage site.

Bravo!👏

ℹ️ https://t.co/X7SWIos7D9 #44WHC pic.twitter.com/POaqI2Wo09

— UNESCO 🏛️ #Education #Sciences #Culture 🇺🇳 (@UNESCO) July 27, 2021 ">
 
 
 

Menurut Unesco, mereka menampilkan interpretasi gaya arsitektur yang berasal dari abad ke-14 di Kota Djenné, bagian dari Kekaisaran Mali. Gaya itu menyebar ke Sudan pada abad ke-16 dan berkembang untuk menyesuaikan dengan iklim yang lebih basah.

Masjid-masjid di Pantai Gading memiliki gaya arsitektur khas Sudan, diduga dikembangkan antara abad ke-17 dan abad ke-19 ketika pedagang dan cendekiawan Muslim datang dari Kekaisaran Mali di selatan, memperpanjang rute perdagangan trans-Sahara.

 

Masjid di Kong, Pantai Gading utara

Masjid di Kong, Pantai Gading utara AFP/GETTY IMAGES

Dua jemaat Muslim bercakap-cakap di dalam masjid di Kong

Dua jemaat Muslim bercakap-cakap di dalam masjid di Kong, Pantai Gading. AFP/GETTY IMAGES

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Kasus corona di Jakarta begitu cepat meningkat. Diduga kuat, penyebabnya adanya varian baru corona yang sudah mulai menyebar di Jakarta alias adanya transmisi lokal.
 
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, setidaknya ada 2 varian baru corona yang harus diwaspadai. Pertama varian Delta B1617.2 dari India dan varian Beta B1351 dari Afrika Selatan.
 
“Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita, seperti kita ambil contoh varian Delta B1617.2 yang amat mudah menyebar," kata Widyastuti, dikutip dari PPID, Selasa (15/6).
 
Varian Baru Corona Sudah Menyebar di Jakarta, Dampaknya Mematikan (1)
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
 
Sementara itu, varian lain yang juga perlu diwaspadai yakni varian Beta B1351 dari Afrika Selatan. Dia menjelaskan, varian ini sangat mematikan.
 
"Varian Beta B1351 yang amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan. Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama,” tegasnya.
  
Saat ini, Jakarta juga tengah meminta untuk penambahan petugas tracer guna identifikasi kasus. Harapannya dengan tracing yang lebih baik, penularan kasus bisa dicegah.
 
"Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk menambah tracer (petugas yang akan melakukan pelacakan) di mana para tracer inilah yang nantinya memegang peran penting untuk melakukan deteksi dini. Sehingga, pengendalian dapat dilakukan dengan baik," tuturnya.
 

Varian Corona India di Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan varian baru corona delta atau India sudah mulai mendominasi di Jakarta. Ada sejumlah daerah lain juga yang sudah terkontaminasi varian ini.
 
"Untuk DKI Jakarta, Kudus, Bangkalan memang sudah terkonfirmasi varian Delta atau B1617.2 atau varian India mendominasi. Karena ini penularan lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan," kata Budi dalam jumpa pers virtual, Senin (14/6).
 
Varian India ini menurut riset di Inggris terbukti meningkatkan risiko perawatan. Apabila seseorang terpapar varian ini, kemungkinan ia dirawat di rumah sakit sampai 2,61 kali lipat.
Diterbitkan di Berita