sindonews ADDIS ABABA - Duta Besar Indonesia di Ethiopia , Al Busyra Basnur menceritakan proses pemulangan anak buah kapal (ABK) Indonesia dari Djibouti.

Djibouti adalah sebuah negara berukuran kecil dengan jumlah pendudukan hanya sekitar satu juta jiwa saja, yang masuk dalam wilayah kerja Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Addis Ababa.

Al Busyra menuturkan pada awal Juni, KBRI Addis Ababa menerima laporan tentang adanya 10 ABK asal Indonesia yang bekerja di sebuah kapal penangkap ikan yang beroperasi di perairan Somalia dan sekitarnya.

Kapal tersebut, jelasnya dimiliki oleh perusahaan Somalia, dengan pemilik antara lain warga negara Denmark dan Amerika Serikat (AS)yang berasal dari Somalia. ABK Indonesia tersebut bekerja di kapal itu sejak bulan April 2021.

Dia menuturkan para ABK tidak mau lagi bekerja di kapal itu dan ingin segera pulang ke Indonesia. Menurutnya, ada tiga hal yang menyebabkan mereka tidak mau lagi bekerja di kapal penangkap ikan itu.

“Pertama, tidak sesuai dengan kontrak yang mereka tandatangani di Indonesia sebelum berangkat dan menuju kapal ikan tempat mereka bekerja. Kedua, tidak merasa nyaman bekerja di kapal karena terdapat orang-orang bersenjata selama mereka menangkap ikan di laut,” ucapnya.

Hal ketiga, kondisi dan perlengkapan kapal tidak layak, dan aman untuk beroperasi dengan baik untuk menangkap ikan di laut.

“Singkatnya, saya dan staff terbang ke Djibouti, dan bertemu dengan otoritas terkait, pemerintah setempat dan juga pemilik kapal. Dari pembicaraan yang panjang lebar dan lumayan alot dengan pemilik kapal, akhirnya, alhamdulillah, ABK Indonesia bisa pulang ke Indonesia dengan baik, aman, dan selamat,” ujar Al Busyra.

“ABK Indonesia mendapatkan semua haknya dan tiket pulang ke Indonesia juga dibayarkan oleh pihak perusahaan,” sambungnya. 

Selama berada di atas kapal, di pelabuhan Djibouti, jelas Al Busyra, ABK Indonesia menerima bantuan makanan kebutuhan lain yang diperlukan dari KBRI Addis Ababa.

Para ABK tersebut dipulangkan dalam dua kloter, yakni kloter pertama pada awal Juni dan kloter kedua pada akhir Juni lalu.

Al Busyra kemudian menitipkan pesan kepada warga Indonesia yang hendak bekerja di kapal asing, khususnya kapal penangkap ikan. 

“Catatan dan pesan saya agar para sahabat di Indonesia yang hendak bekerja di luar negeri, khususnya di kapal-kapal asing penangkap ikan agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Ini bertujuan agar para ABK Indonesia dapat bekerja dengan baik dan tenang di perusahaan, dan kapal yang benar, sesuai dengan keinginan serta isi kontrak yang ditandatangani,” tukasnya.

Diterbitkan di Berita

Cilacap, Gatra.com – Delapan Warga Negara Asing (WNA) Filipina terkonfirmasi varian India dipastikan sembuh setelah melalui dua kali swab dengan hasil negatif. Sedangkan empat orang lainnya sedang menunggu hasil swab kedua, setelah pada swab pertama sudah dinyatakan sembuh.

Sekretaris Satgas Covid-19 Cilacap, Farid Ma’ruf, mengatakan, sebagian besar pasien varian India merupakan pasien tanpa gejala. Secara umum, tak ada perbedaaan dengan varian lama atau lokal. Namun, yang patut diwaspadai adalah kecepatan penularan varian India.

“Itu yang 12, itu kan ada yang sudah sembuh. Ada yang masih ada yang dirawat. Tetapi, kebanyakan sih OTG. Terus yang ABK itu sekarang [yang masih menjalani karantina di RSUD Cilacap] tinggal empat,” katanya, Rabu (2/6).

Menurut Farid, Satgas Covid-19 dan pihak terkait lainnya mampu menekan kemungkinan penyebaran varian India. Terbukti, dari 12 spesimen tenaga kesehatan diduga terpapar varian India yang dites Whole Genome Sequencing (WGS), semuanya dinyatakan bukan varian India. Diyakini, puluhan nakes lainnya pun bukan terpapar varian India, melainkan Covid-19 lokal.

“Saat ini sudah diswab. Kalau hasilnya negatif berarti sudah selesai. Kemarin swab pertama negatif. Hari ini diswab, tetapi saya belum memperoleh hasilnya, tadi Pak Direktur [RSUD Cilacap] sudah laporan,” ujarnya.

Farid Ma’ruf mengemukakan, meski sejauh ini mampu mengisolasi varian baru, masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai risiko penularan melalui transmisi lokal. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus harian Covid-19 di Cilacap pada pekan ini. Masyarakat diminta untuk taat protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas antar-daerah, meski lokal.

“Seperti imbauan Pak Bupati, untuk warga Cilacap lebih baik tetap di Cilacap. Taat protokol kesehatan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 WNA Filipina ABK kapal berbendera Panama yang membawa gula rafinasi asal India, positif varian mutasi Covid-19 B.1617.2. Satu orang meninggal dunia sedangkan 12 lainnya menjalani perawatan dan dikarantina di fasilitas khusus RSUD Cilacap.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Iwan Sutiawan
Diterbitkan di Berita