Cetak halaman ini

SPPG Desa Trimulyo Intimidasi Siswa, Wakil Ketua DPRD Pesawaran: Dapur MBG ini Sudah Layak Ditutup

Wakil Ketua DPRD Pesawaran M.Nasir bersama Komisi II DPRD setempat mengecam keras tindakan yang dilakukan pimpinan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tri Mulyo, Kecamatan Tegineneng.Ozi-- Wakil Ketua DPRD Pesawaran M.Nasir bersama Komisi II DPRD setempat mengecam keras tindakan yang dilakukan pimpinan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tri Mulyo, Kecamatan Tegineneng.Ozi--
Minggu, 25 Januari 2026 18:56
(0 pemilihan)

TEGINENENG.DISWAY.ID - Wakil Ketua DPRD Pesawaran M.Nasir bersama Komisi II DPRD setempat mengecam keras tindakan yang dilakukan pimpinan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tri Mulyo, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran yang menghentikan pemberian MBG kepada dua siswa di kecamatan setempat.

Kedua siswa penerima manfaat MBG tersebut adalah Alfan, siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah dandan Arsha siswa Raudhatul Athfal (RA) Ma' Arif Kecamatan Tegineneng. Mereka merupakan saudara kandung yang menjadi korban pemutusan MBG lantaran ibu kandung mereka mengkritik kebijakan dapur MBG melalui media sosial dan sempat viral.

Kedatangan Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M.Nasir bersama Komisi II guna memastikan laporan masyarakat setempat. Bahkan, saat melihat kedua siswa yang tidak menerima MBG, anggota DPRD setempat tak kuasa menahan kesedihan atas perlakuan terhadap kedua siswa tersebut

"Saya kira dari hasil diskusi tadi, antara kami dengan pihak MBG, pertama memang terjadi diskriminasi oleh MBG Tri Mulyo terhadap dua anak karena protes orang tuannya. Kedua, kami juga melihat ada pembullyan, psikis kedua anak ini jelas terganggu. Kawan kawan lainnya dapat MBG, mereka gak dapat. Dan juga ada intimidasi dari pihak MBG kepada orang tua kedua siswa ini," tegas M. Nasir usai sidak ke dapur SPPG Desa Tri Mulyo, Rabu 21 Januari 2026

Menurut M. Nasir pengelola dapur SPPG Tri Mulyo dinilai gagal faham dalam menerjemahkan force majeure. Dimana, langkah tersebut diambil manajemen SPPG Tri Mulyo dengan membagikan MBG kering pada masa libur akhir tahun 2025 lalu di dapur setempat. 

"Force Majeure itu kalau ada bencana, ini kan hanya pembangunan jalan. Memang gak ada akses lain apa, sehingga anak anak penerima manfaat ini harus mengambil MBG ke dapur. Terus, Adakah kewenangan dapur MBG menyetop pembagian MBG. Maka kami simpulkan, bahwa dapur MBG ini sudah layak ditutup. Kami minta BGN mengganti dapur MBG ini dengan dapur MBG yang lain. Kalau tidak, nanti akan terjadi gejolak, bahkan tadi kita lihat bersama sama, ada makanan (Buah Salak) yang busuk. Yang pasti kita akan menindaklanjuti hasil ini dalam rapat bersama dengan pihak lainnya," paparnya

Bahkan dari hasil rapat (rekomendasi) nantinya pihaknya akan meneruskan ke Presiden, Badan Gizi Nasional, Gubernur Lampung dan pemerintah daerah. Bahkan akan ditembuskan ke Aparat Penegak Hukum.

"Ada indikasi kita tembuskan ke APH, karena sudah terjadi diskriminasi, intmidasi dan bullying. Nah ini ranahnya ke APH," singkatnya

Sementara pimpinan dapur SPPG Desa Tri Mulyo, Dewi membantah telah melakukan intimidasi terhadap orang tua (ibu) Alfan dan Arsha lantaran telah mengkritik pembagian MBG di dapur SPPG di media sosial. 

"Apa yang saya jelaskan tadi mungkin belum bisa betul betul memberikan gambaran. Dalam waktu dekat saya akan kunjungan ke DPRD untuk memberikan penjelesan detail dengan disertai bukti mengapa kami membagikan MBG di dapur, tidak diantarkan ke sekolah. Untuk anak yang dua ini, sebetulnya dapat setiap hari dan saya ada buktinya. Ada anak anak yang gak masuk, diberikan ke yang bersangkutan,"ucapnya

Kemudian terkait kedua anak ini, Dewi mengaku memberikan sanksi dalam kurun satu periode (Satu Minggu), yang tidak diberikan MBG. Dewi menilai kritikan yang di berikan orang tua Alfan dan Arsha merugikan dan merusak nama SPPG Tri Mulyo

"Dalam postingannya kami mendistribusikan MBG sebanyak 1000, tapi tidak ada keterangan 1000 per hari, bukan hanya sekali. Ibu Nani selaku Wakil ketua BGN memberikan keterangan, pembagian MBG boleh dimekanismekan sesuai dengan kesepakatan sekolah. Dan kami sudah komunikasikan dengan PIC masing masing sekolah,"paparnya.

Terpisah Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Pesawaran Khuzil Afwa Kahuripan mengatakan hendaknya ada pemerataan dalam pendistribusian MBG di satu daerah, baik sekolah yang berada di naungan Kementerian Pendidikan maupun sekolah di bawah kewenangan Kementerian Agama. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial.

 

Sumber: https://radarlamsel.disway.id/berita/read/34798/sppg-desa-trimulyo-intimidasi-siswa-wakil-ketua-dprd-pesawaran-dapur-mbg-ini-sudah-layak-ditutup

 

Baca 237 kali Terakhir diubah pada Minggu, 25 Januari 2026 19:00
Bagikan: