Bloomberg Technoz, Jakarta - Ratusan karyawan Alfamart yang dikelola PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyuarakan keresahan terkait kejelasan nasib pekerjaan mereka menyusul penutupan sejumlah gerai ritel modern di wilayah tersebut. Dalam video yang beredar di media sosial, ratusan pekerja yang tergabung dalam Himpunan Karyawan Alfamart terdampak penutupan toko menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lombok, untuk meminta solusi atas kondisi yang mereka hadapi. Penutupan gerai tersebut disebut berdampak langsung terhadap sumber penghasilan para pekerja. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan kepastian serta langkah konkret guna mengatasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. “Kami memohon kepedulian para pemimpin, dan solusi dari bapak-bapak sekalian. Teman-teman ini semua jadi pengangguran baru, sementara kondisi ekonomi sekarang semakin sulit,” kata salah satu karyawan Alfamart yang berorasi, dikutip dari unggahan media sosial. Para karyawan meminta adanya kejelasan terkait status kerja, termasuk kemungkinan relokasi ke gerai lain maupun kompensasi atas penutupan tersebut. Pemerintah daerah Lombok Tengah sebelumnya menghentikan operasional sebanyak 25 gerai ritel modern di Lombok Tengah, termasuk Alfamart karena dinilai melanggar aturan zonasi terkait jarak dengan pasar tradisional. Terkait berita ini, Bloomberg Technoz sudah menghubungi manajemen AMRT, namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Alfamart terkait langkah yang akan diambil menyikapi kondisi tersebut. (dhf) Sumber: https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/109616/ramai-karyawan-alfamart-jadi-pengangguran-puluhan-gerai-ditutup/2