WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Gelombang keresahan atas realita kondisi ekonomi nasional kini mulai disuarakan secara lantang oleh kalangan profesional muda. Pengusaha milenial sekaligus konten kreator finansial terkemuka, Raymond Chin, secara mengejutkan meluapkan kemuakan mendalam terhadap buruknya gaya komunikasi publik yang dipraktikkan oleh instansi pemerintah saat ini. Melalui sebuah unggahan video tanpa skrip di kanal YouTube pribadinya, Raymond secara blak-blakan membongkar apa yang ia sebut sebagai praktik manipulasi narasi dan pembodohan publik terkait melemahnya nilai tukar rupiah serta melambatnya roda ekonomi riil. Dengan nada emosional namun tetap berbasis data faktual, ia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebuah tuntutan darurat demi perbaikan menyeluruh. "Gua di sini bukan mau menjelekkan pemerintah. Gua bukan mau bilang pemerintah itu sampah. Tapi bukankah ini aksi terang-terangan dan sangat jelas bahwa ini harus ada perbaikan," cetus Raymond Chin dengan nada geram, dikutip Sabtu (23/5/2026). Menguak Counter Faktual: Ekonomi RI Suram Tanpa Belanja Jor-joran Pemerintah Dalam analisisnya, Raymond memberikan apresiasi tinggi kepada konten kreator Ferry Irwandi yang sebelumnya sukses menyodorkan data counter faktual yang masuk akal secara perhitungan makroekonomi. Raymond bahkan telah menguji validitas data tersebut ke dalam tiga instrumen kecerdasan buatan (AI tools) yang berbeda, dan ketiganya sepakat menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia di awal tahun 2026 ini sedang berada di titik yang mengkhawatirkan. Ia membeberkan narasi kontras bahwa klaim sepihak pemerintah yang menyebut ekonomi kita sehat dan baik-baik saja adalah sebuah kekeliruan besar. Jika indikator belanja jor-joran dari kas negara serta lonjakan konsumsi musiman akibat efek Lebaran dan momentum perayaan hari besar dihapus dari kalkulasi, Indonesia sebenarnya sedang terjerembap dalam era pertumbuhan ekonomi yang sangat amat buruk. Raymond juga menyentil keganjilan narasi publik yang digoreng seolah-olah pelemahan rupiah merupakan berkah bagi eksportir. Realita di lapangan justru menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor Indonesia tengah melambat, sementara angka impor justru melonjak tajam. Kondisi ini kian mencekik karena hampir 70 persen bahan baku untuk produk jadi konsumsi sehari-hari masyarakat masih bergantung pada barang impor. "Jadi statement-nya Purbaya yang bilang ekonomi kita baik-baik aja, ekonomi kita sehat, itu tuh munculnya dari mana?" gugat Raymond mempertanyakan kredibilitas data pemerintah. Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/nasional/890659/muak-komunikasi-pemerintah-raymond-chin-ekonomi-lagi-buruk-jangan-bodohi-rakyat