CELIOS: MBG Terancam Rugikan Negara hingga Rp1,27 Triliun per Pekan

Rabu, 25 Februari 2026 22:48
(0 pemilihan)

Warta Bulukumba- Air belum sepenuhnya surut ketika 319 siswa itu kembali ke sekolah. Bau lumpur masih tersisa di sudut-sudut halaman. Seragam mereka mungkin belum sepenuhnya kering, tetapi hari itu satu hal kembali hadir di meja belajar: seporsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagi anak-anak yang baru melewati banjir bandang, makanan bukan sekadar program.

Ia adalah pemulihan. Ia adalah tanda bahwa negara datang. Namun jauh dari ruang kelas yang lembap itu, angka-angka lain sedang disusun. Kalkulasi yang tak berbicara tentang rasa syukur, melainkan potensi kerugian.

Hitung-hitungan di balik piring kosong Studi internal yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkap potensi kerugian negara akibat makanan terbuang dalam program MBG mencapai Rp 1,27 triliun per minggu dalam skenario maksimal.

Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menyampaikan temuan itu dalam konferensi pers pada Senin, 23 Februari 2026. “Kalau kita membicarakan MBG memang tidak ada habisnya. Banyak sekali keresahan terutama dari para orang tua.

Makanannya itu banyak yang dibuang dan belum ada yang bisa meng-capture sebenarnya loss-nya itu seberapa,” ujar Isnawati. Menurutnya, CELIOS mencoba menghitung potensi uang negara yang terbuang akibat makanan yang ditolak atau tidak dikonsumsi anak-anak.

Faktor penolakan disebut beragam:

• Rasa yang tidak sesuai

• Kebersihan yang dinilai kurang higienis

• Kualitas gizi yang dianggap belum memadai

Dua skenario, dua angka besar CELIOS membagi perhitungan dalam dua skenario:

Skenario minimal

• 62 juta porsi makanan terbuang setiap minggu

• Estimasi kerugian: Rp 622 miliar per minggu Skenario maksimal

• Jika tingkat penolakan lebih tinggi

• Potensi kerugian: Rp 1,27 triliun per minggu

“Kalau kita menggunakan asumsi penolakan maksimal, itu bisa mencapai Rp 1,27 triliun setiap minggunya,” kata Isnawati. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah simulasi tentang apa yang hilang ketika makanan tak dimakan.

Dibandingkan dengan APBN Pada kuartal pertama tahun ini, pemerintah berencana membelanjakan Rp 62 triliun dari APBN untuk program MBG. Sebagai perbandingan, realisasi belanja sepanjang tahun lalu mencapai Rp 51,5 triliun.

Menurut perhitungan CELIOS:

• Dalam skenario minimal, dana yang terbuang per bulan setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 15,5 juta jiwa selama satu bulan penuh.

• Dalam skenario maksimal, setara dengan pembayaran iuran bagi sekitar 31,6 juta jiwa selama satu bulan.

“Jadi sebenarnya uang yang terbuang sebanyak itu dalam perminggunya, kalau kita asumsikan satu bulan saja, bisa untuk membayar BPJS masyarakat secara gratis,” ujarnya.

Rekomendasi:

Moratorium dan reformasi Atas temuan tersebut, CELIOS merekomendasikan:

• Moratorium sementara program MBG

• Reformasi total tata kelola dan distribusi

• Audit transparan

• Evaluasi menyeluruh

“Rekomendasi kami konsisten, yaitu moratorium, reformasi total MBG, dan audit transparan evaluasi, sehingga mencegah pemborosan uang rakyat yang lebih besar,” kata Isnawati.

Di sekolah yang terdampak banjir itu, 319 siswa tetap membutuhkan asupan gizi untuk bangkit. Tidak ada kalkulator di tangan mereka. Hanya rasa lapar yang nyata dan kebutuhan untuk tumbuh.

Namun di tingkat kebijakan, MBG kini berdiri di antara dua kenyataan: kebutuhan sosial yang mendesak dan potensi pemborosan anggaran dalam skala triliunan rupiah. Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah makanan itu dibagikan. Tetapi apakah ia dimakan.***

Sumber: https://wartabulukumba.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-8710034086/celios-mbg-terancam-rugikan-negara-hingga-rp127-triliun-per-pekan?page=all

 

Baca 128 kali
Bagikan: