jpnn.com - Panitia acara Peringatan 28 Tahun Reformasi terpaksa menelan pil pahit. Sebab, kegiatan mereka yang seharusnya dilaksanakan pada Kamis (21/5) kemarin, batal digelar akibat pembatalan sepihak tempat acara. Panitia acara Ubedilah Badrun atau Kang Ubed menyebut para akademisi, mahasiswa, hingga kaum pekerja mulanya ingin menggelar perenungan bersama setelah 28 tahun reformasi pada 1998. Termasuk, kata dia, para akademisi ingin merenungkan cita-cita reformasi yang sudah dijalankan saat ini. Semisal, isu kesejahteraan rakyat, pemberantasan korupsi, demokratisasi, otonomi daerah, penghapusan dwi fungsi ABRI, dan mandat 20 persen APBN untuk pendidikan. "Kembali merenung dan refleksi atas peristiwa reformasi 28 tahun lalu itu dan mencermati realitas kondisi Indonesia saat ini," kata Kang Ubed melalui layanan pesan, Jumat (22/5). Dia mengungkap sosok akademisi seperti Sukidi, Otib Satibi, Anthony Budiawan, hingga tokoh anti korupsi Abraham Samad siap hadir ke acara Peringatan 28 Tahun Reformasi. Panitia kemudian sepakat menggelar kegiatan Peringatan 28 Tahun Reformasi di Gedung University Training Center (UTC)-UNJ atau Hotel Naraya, Jakarta, Kamis kemarin. Panitia bahkan secara resmi memperoleh surat konfirmasi pada Rabu (19/5) untuk memakai ruangan di Hotel Naraya demi menggelar Peringatan 28 Tahun Reformasi. Sumber: https://m.jpnn.com/news/acara-peringatan-28-tahun-reformasi-dibatalkan-ubedilah-badrun-tanda-pembungkaman